Kembangkan Wisata Religi Pemprov Banten Sasar Pelancong dari Asia dan Eropa

Kembangkan Wisata Religi Pemprov Banten Sasar Pelancong dari Asia dan Eropa

Sektor wisata religi di Provinsi Banten terus dibenahi. Terkini, kawasan Kesultanan Banten Lama dipercantik untuk menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.  Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, saat ini kawasan wisata ziarah di Kota Serang tersebut sudah dikunjungi enam juta wisatawan Nusantara setiap tahunnya. Ke depan, yang disasar adalah wisatawan mancanegara.

"Sejauh ini sudah ada wisman dari berbagai negara seperti Malaysia, Brunei, Afrika Selatan. Setelah dibenahi, tidak hanya Asia kita juga sasar wisatawan dari negara - negara Eropa terutama yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Banten," kata Eneng kepada Kompas.com di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Sabtu (5/9/2019).

Wisata religi, kata Eneng, selama ini menjadi kekuatan Provinsi Banten. Untuk itu, di bawah kepemimpinan Gubernur Wahidin Halim, pihaknya serius menggarap ceruk wisatawan di sektor ini. Selain Kawasan Banten Lama, sejumlah destinasi wisata religi lain juga turut dibenahi. Di antaranya Caringin dan Cikadueun Pandeglang, serta Tanara Kabupaten Serang. Ketiga tempat tersebut merupakan destinasi wisata ziarah.

"Tentu kita siapkan dulu prasarananya, tapi butuh waktu. Paling siap adalah Kawasan Banten Lama, termasuk di sana ada masjid Pecinan, 2020 sudah bisa dipasarkan lebih luas ke berbagai negara," kata dia. Sementara untuk wisatawan nusantara, ada potensi penambahan jumlah kunjungan lebih banyak yakni melalui pesantren - pesantren yang tersebar di sejumlah tempat, seperti di Kabupaten Lebak yang selama ini dijuluki sebagai negeri 1.000 pesantren.

Eneng mengatakan, saat pendaftaran siswa baru maupun kelulusan, ribuan orangtua dan kerabat santri akan ikut mengantar. Inilah potensi yang menurutnya bisa digaet untuk mengunjungi tempat wisata yang berdekatan dengan lokasi pesantren. "Misalnya di Pondok Pesantren La Tansa Cipanas, Lebak, itu ada 3.000 santri dari luar daerah. Kita bisa kemas wisata untuk orangtuanya, mensinkronkan antara wisata religi dan wisata alam di Lebak yang luar biasa beragam," kata dia.[]

Share :