Melalui FGD, Atraksi Budaya Tanjung Lesung Diperkuat

Melalui FGD, Atraksi Budaya Tanjung Lesung Diperkuat

 Atraksi adalah bagian penting dari destinasi wisata. Menyadari hal itu, Kemenparekraf menggelar Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Destinasi Melalui Penguatan Atraksi Wisata Budaya Di Tanjung Lesung. Kegiatan ini dilaksanakan, Selasa, 3 Desember 2019, di Tanjung Lesung Resort Beach Hotel.

Tampil sebagai narasumber Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II Wawan Gunawan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Cahyati, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, General Manager Tanjung Lesung Beach Hotel.

Menurut Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional II Kemenparekraf Wawan Gunawan, Tanjung Lesung dapat berkembang dan lebih meningkat kunjungan wisatawan.

“Kunjungan wisatawan di Tanjung Lesung bisa ditingkatkan dengan penguatan atraksi budaya. Karena kekayaan dan keragaman budaya yang dimiliki merupakan potensi untuk pengembangan pariwisata di Provinsi Banten,” papar Wawan.

Namun, Wawan mengingatkan pentingnya pembagian peran Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pengembangan pariwisata di Banten.

“Caranya bisa melalui penguatan koordinasi dan sinkronisasi program kerja Pusat dan Daerah, sehingga pengembangan pariwisata dapat sesuai dengan yang diharapkan serta dapat terwujud. Kemenparekraf siap dan akan mendukung kegiatan Daerah dalam pengembangan pariwisata,” ulasnya.

Ditambahkannya, FGD ini digelar untuk membahas langkah-langkah strategis dan sinkronisasi terhadap apa yang dapat dilakukan Daerah di tahun 2020. khususnya, dalam kerangka menguatkan atraksi budaya yang ada di Tanjung Lesung.

Sementara Kadispar Provinsi Banten Eneng Cahyati mengatakan, di tahun 2020 akan ada kajian daerah mana saja yang memiliki potensi untuk dilakukan pemetaan.

“Nantinya bisa lebih terarah lagi dalam pengembangan pariwisata. Namun, perlu dikaji dan dievaluasi oleh Dispar Pandeglang. Atau diadakan evaluasi mengenai program yg dilaksanakan sebagai dukungan Kemenpar thn 2019,” ujarnya.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenparekraf Dadang Rizki Ratman mengatakan Tanjung Lesung harus kembali diperkaya dengan atraksi.

“Tanjung Lesung adalah destinasi yang indah. Namun, harus diperkaya dengan atraksi. Dengan kondisinya saat ini, atraksi budaya adalah pilihan tepat. Karena, bisa menonjolkan identitas Tanjung Lesung dan Banten. Lewat FGD, kita coba mendorong hal itu,” paparnya.[]

Share :