Tren Baru Pariwisata dan Travel Indonesia

Tren Baru Pariwisata dan Travel Indonesia

Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) menyasar desa-desa wisata dan sekolah untuk pelatihan pengembangan sumberdaya manusia (SDM). AELI melihat potensi desa wisata untuk mendukung industri pariwisata sangat besar, tapi kualitas SDM-nya masih rendah.

Hal itu diungkapkan AELI saat pelantikan, Rakernas dan ToT AELI yang dilaksanakan pada 7-11 Januari 2020. Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota DPD AELI seluruh Indonesia, dan dilantik langsung oleh Ketua Umum AELI yaitu Nurfahmi.

Momen Pelantikan Dewan Pengurus Pusat (DPP) AELI masa bakti 2019-2022 diadakan sebagai sebuah acara seremonial yang menjadi tanda mulainya kerja dari kepengurusan, serta sebagai kesempatan besar bagi AELI untuk mengenalkan mereka secara utuh pada seluruh stakeholder.

Selain itu, dalam momen pelantikan ini ada peluncuran “AELI untuk Negeri” yang selanjutnya akan dipaparkan oleh Ketua Umum dalam rangkaian pelantikan yang akan dilaksanakan pada Selasa, 7 Januari 2020 di Aston Kartika Grogol, Jakarta Barat.

Rangkaian acara pelantikan juga diisi dengan diskusi panel dengan tema “Peran Experiential Learning (EL) dan Sinergi dengan Bidang Industri Lain dalam upaya Pengembangan Kapasitas SDM Indonesia” untuk mewujudkan VISI AELI untuk Negeri. Fokus Pemerintah adalah untuk Pengembangan Kapasitas SDM Indonesia.

Hal ini bukan hanya tanggung jawab bidang Pendidikan saja, tetapi juga tanggung jawab semua pihak. Selain pendidikan, EL juga berperan dalam experiential tourism.

Experiential Tourism adalah tren terbaru dari industri travel dan pariwisata yang dikembangkan dari experiential learning dan sudah mulai fokus mentransformasi mass tourism menjadi experiential tourism karena telah terjadi perubahan perilaku pasar yang sangat menonjol dimana semua telah bergeser ke arah digital.

Narasumber dalam Diskusi Panel ini adalah Nurfahmi selaku Ketua Umum AELI, Ronnie Ibrahim (Ketua Harian Indonesia Travel Trade Association), Dr Wisnu Bawa Tarunajaya, SE, MM (Asdep Pengembangan SDM Kepariwisataan) dan Vivi Herlambang (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia/PHRI bidang Perhotelan) dan Gigih Gesang (Sekretaris Jendral AELI sekaligus sebagai moderator).[]

Share :