Promosikan Wisata Banten, Aida Caren Feat Tonggeret Ti Pakidulan Rilis Lagu Alam Cikuya

Promosikan Wisata Banten, Aida Caren Feat Tonggeret Ti Pakidulan Rilis Lagu Alam Cikuya

Setelah sebelumnya sukses dengan film dan single Hits pertamnya yang berjudul ‘Kita Semua Sama’, penyanyi cilik asal kota Serang, Aida Caren yang juga sebagai Duta Cilik Pariwisata Provinsi Banten, kini kembali berkarya melalui lagu keduanya ‘Alam Cikuya’. Lagu berbahasa Sunda yang dipadukan dengan alat musik khas sunda Banten.

Untuk lagu kali ini, Aida Caren berkolaborasi dengan grup musik asal Kabupaten Lebak, ‘Tonggeret Ti Pakidulan’. Isi dalam lagu ini, menceritakan sebagai bentuk kecintaan terhadap alam di daerahnya yang berada di wilayah Banten Selatan.

Disebutkan bahwa di Cikuya bukan hanya ada kebun teh saja, tetapi juga ada beberapa tempat wisata seperti lebak damar dan curug Cikuya.

“Cikuya itu bagus, bukan sekedar kebun teh. Tapi spot fotonya itu luar biasa dan instagramable banget, Lebak damar itu seperti hutan, tapi sangat bagus untuk spot foto. Bisa dilihat di video klipnya,” ungkap Careen, seraya menyebutkan bahwa suhu di Cikuya mencapai delapan derajat Celcius saat ditemui di sebuah rumah makan di Kota Serang, Kamis (5/3/2020).

Untuk sampai ke sana, lanjut Caren, bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat. Sebab, akses jalan sudah terbilang bagus sehingga memudahkan para pecinta alam untuk segera sampai ke Cikuya.

“Akses bagus, agak lama karena lumayan jauh. Tapi teman-teman pasti tidak akan kecewa dengan pemandangan yang disuguhkan alam Cikuya, mantap banget,” ujarnya.

Sementara personil Tonggeret Tipakidulan, Imam Taufik Fatkhur Rohman yang merupakan vokalis grup musik tersebut mengaku bahwa pihaknya sengaja menciptakan lagu ‘Alam Cikuya’ untuk mempublikasikan pariwisata alam Cikuya. Menggaet duta pariwisata cilik, diharapkan dapat mengangkat destinasi yang ada di Provinsi Banten.

“Intinya kami ingin memperkenalkan inilah Banten dengan segala destinasi wisatanya. Melalui lagu ini, diharapkan masyarakat dapat mengenal dan tertarik ingin mengunjungi Cikuya,” terangnya.

Grup musik yang memiliki lima personil ini sebelumnya telah mempublikasikan alam Cikuya di beberapa kegiatan di luar Banten. Mereka pun berharap, dengan dibuatnya lagu tersebut, dapat menjadi daya tarik lebih bagi wisatawan untuk berkunjung ke Cikuya.

“Meskipun berbahasa sunda, dalam video klipnya kami sisipkan terjemahan agar yang kurang mengerti berbahasa sunda pun dapat menikmati lagunya dan mengerti apa yang dimaksud dalam pelafalan lagu ini,” jelasnya.

Personil lainnya, Somantri yang memainkan alat Kendang optimis dapat memperkenalkan bumi Banten kepada dunia, karena sebelumnya, mereka telah tampil dalam suatu kegiatan yang disaksikan oleh 12 duta negara di dunia.

“Sebetulnya kami sudah memperkenalkan lagu ini ke berbagai negara di dunia. Karena ketika perform di Jakarta, ditonton oleh 12 duta se dunia,” pungkasnya.

Sementara itu, ketua Generasi pesona Indonesia (Genpi) Banten, Jalaludin yang juga tim kameramen dalam pembuatan video klip ini, mengatakan bahwa dalam pengambilan video lebih ke area wisata. Menurutnya, alam dengan nilai adat lokal itu lebih kuat, bisa diangkat dan dipromosikan.

Ia mengaku bersyukur, ada nilai budaya lokal yang diangkat dalam video tersebut. Sehingga bisa memberikan kemaslahatan untuk orang banyak

“Karena dari video, kita bisa mengenalkan daerah disana, bisa mempromosikan apa yang ada disana. Karena bukan hanya pariwisatanya saja, tetapi adat dan tradisi lokalnya juga. Intinya di video ini, diharapkan orang bisa membayangkan ketika dirinya ke alam Cikuya, harus mendapatkan momen seperti itu,” pungkasnya.[] 

Share :