Jepang dan Australia Lirik Investasi di Tanjung Lesung

Jepang dan Australia Lirik Investasi di Tanjung Lesung

PT. Banten West Java (BWJ) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung terus mewujudkan pelayanan dan keamanan yang terbaik bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. 

Dalam hal ini, PT BWJ mengandeng Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang ingin berwisata dan beraktifitas di KEK Tanjung Lesung.

"Tentunya kami (PT BWJ) megapresiasi kepada BMKG dan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata yang terus secara konsisten memberikan perhatian khusus terhadap sektor pariwisata Banten khususnya Tanjung Lesung, sehingga dapat memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat sekitar," kata Presiden Direktur PT Banten West Java, Poernomo Siswoprasetijo di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Sabtu (17/8).

Selain keamanan untuk para wisatawan, tambah Poernomo, pihaknya juga memberikan jaminan ketenangan dan kenyamanan berusaha bagi para investor yang tengah mengembangkan investasinya di KEK Tanjung Lesung. Ia mengaku bahwa periode semester kedua tahun 2019, sudah ada beberapa investor yang tertarik untuk bisa mengembangkan pariwisata di Tanjung Lesung.

"Sudah ada investor dari China, Jepang, dan Australia yang sangat tertarik mengembangkan pariwisata di Tanjung Lesung.  Meraka melihat Tanjung Lesung memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan bersama-sama," jelasnya.

Menurutnya, saat ini banyak wisatawan asal China yang mencari kawasan wisata pantai yang lebih memiliki ketenangan. "Kalau di Bali dan Lombok itu kan sudah terlalu ramai, mereka (wisman China) ingin mencari wisata pantai yang lebih tenang dan berkembang, sehingga mereka bisa tinggal lebih lama lagi. Apalagi, dalam special econimic soon memperbolehkan investor luar negeri bisa memiliki atau membeli lahan properti dengan namanya sendiri, dan mereka bisa dapat izin tinggal sampai 5 tahun, serta ada insentif juga. Nah, ini menarik untuk mereka," papar Poernomo.

Namun, terang Poernomo, pihaknya saat ini tengah fokus membangun kembali infrastruktur yang rusak akibat bencana Tsunami akhir tahun lalu. "Jadi investasi yang saat ini sedang berjalan hanya di kawasan yang tidak terdampak seperti, Selling Club, Blue Fish yang sedang dikembangkan oleh investor dari Australia seluas 1 hektar. Kedepan baru ada beberapa investor yang disiapkan untuk mengembangkan di kawasan sekitar hotel," katanya.

Untuk menarik investor, ungkap Poernomo, pihaknya akan menyelenggarakan beberapa event tahunan antara lain, Festival Tanjung Lesung yang dibalut dengan kejuaraan Rhino Cross Triathlon 2019. "Event ini tentunya akan mengundang banyak wisatawan datang ke Tanjung Lesung. Dengan begitu, para investor akan melihat dan tertarik untuk mengembangkan sarana akomodasinya seperti termpark, dan infrastrukturnya. Nah ini yang coba kita garap bersama-sama," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa jalan tol menjadi satu daya tarik tersendiri bagi para investor untuk segera mengembangkan investasinya di Tanjung Lesung. "Kalau progres jalan tol nya baik dan sesuai para investor akan bisa menghitung kapan mereka aka berinvestasi," katanya.

Ia berharap pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR bisa secara konsisten menyelesaikan proyek jalan tol Serang - Panimbang. "Sehingga bisa pada saat bersamaan di 2020, jalan tol sudah beroperasi, dan investor bisa masuk secara bersamaan," tutup Poernomo.[

Share :