Kembangkan Destinasi Wisata Goa Lalay, Masyarakat Wajib Terapkan Sapta Pesona

BY

 

Untuk menarik jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata daerah Banten, sejumlah penataan dan pengembangan destinasi wisata terus digencarkan termasuk wisata Goa Lalay di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Dinas Pariwisata Provinsi Banten melalui Bidang Pengembangan Destinasi Wisata saat ini mulai mensosialisasikan dan mengembangkan wisata Goa Lalay yang dinilai belum terekspose oleh kalangan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, menata dan mengembangkan destinasi wisata perlu dibarengi dengan kerjasama dan kesadaran dari masyarakat setempat dalam menjaga dan melestarikan potensi yang dimiliki seperti menerapkan unsur sapta pesona yang dapat membuat wisatwan betah.

“Perlu adanya pengembangan destinasi bagi wisata yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Membangun sekaligus menciptkan suasana yang dapat memperindah tempat wisata sangat wajib dilakukan ditambah kesadaran pengelola dan masyarakatnya,” ungkapnya.

Selain itu, kegiatan pengembangan destinasi  Goa Lalay yang didukung oleh Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Lebak, unsur Muspika Kecamatan Bayah dan Aparat Desa Sawarna tersebut akan membangun dan membuka akses masuk ke destinasi Goa Lalay yang bertujuan untuk memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Goa Lalay. 

“Potensi pengembangan pariwisata terkait dengan lingkungan dan sumberdaya manusia yang dapat bergerak dalam memperkenalkan dan membangun destinasi wisata yang memiliki nilai kepariwisataan. Unsur sapta pesona seperti unsur Kemanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenanga bisa diperthatikan,” ungkap Eneng.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Banten Payundra Bayyu Ajie menerangkan, Goa Lalay merupakan goa batu kapur yang memiliki lubang goa berdiameter 2.5 m x 4 m dengan panjang goa lebih kurang 2 km tersebut berpotensi untuk dikembangkan dan menjadi salah satu tujuan wisata alam di daerah Lebak Selatan.

“Saat ini pengunjung Goa Lalay hanya bisa masuk sampai pada kedalaman 400 m saja. Apabila sudah kita tata bagian akses jalan dan pemeliharaan dalam Goa diharapkan bisa mengembangkan dan memperjauh tujuan wisatawan kedalam goa tentunya dengan didampingiooleh pemandu yang mumpuni,” jelasnya.

Dijelaskan Paundra Bayyu, Output dari kegiatan pengembangan destinasi wisata Goa Lalay diharapkan dapat dijadikan sebagai obyek wisata unggulan oleh masyarakat Desa Sawarna khususnya dan masyarakat luas pada umumnya sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat , pendapatan desa dan Kabupaten Lebak.

“Kita juga memberikan pemahaman kepada masyarakat di sekitar lokasi Goa Lalay untuk dapat menerapkan sadar wisata dan Sapta pesona sebagai wujud dalam mengembangkan destinasi wisata yang layak dikunjungi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, Hayat Syahida mengatakan, penataan destinasi wisata tersebut bertujuan agar masyarakat bisa mengetahui potensi salah satu wisata unggulan di Lebak ini, mengingat selama ini wisata yang memamerkan keindahan alam belum terekspose ke publik.

"Kita tengah berupaya agar masyarakat atau wisatawan bisa dengan mudah datang ke lokasi," kata Hayat.

Menurutnya, pengembangan ini tidak lepas dari peran serta Kepala Desa (Kades) yang juga mau menyumbangkan sebagian anggaran untuk penataan wisata Goa Lalay yang memang akan mendongkrak pamor desa selain wisata pantai Sawarna.

Diketahui, kegiatan pengembangan destinasi Goa Lalay dihadiri oleh Jajaran Dinas Pariwisata Provinsi Banten diwakili oleh Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kepala Disparpora Kabupaten Lebak. Camat Bayah, Kapolsek dan Danramil Kecamatan Bayah beserta Aparat Desa Sawarna dan masyarakat sekitar Goa Lalay. []

 

 

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami