Desa Kayu Bongkok Jadi Destinasi Wisata Kuliner di Tangerang

Desa Kayu Bongkok Jadi Destinasi Wisata Kuliner di Tangerang

Desa Kayu Bongkok Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang dipersiapkan sebagai desa wisata kuliner di wilayah utara Tangerang Banten.

Desa Kayu Bongkok memiliki potensi yang kaya akan alam dan asri, baik dari segi lingkungan yang bersih dan juga hijau. Petani adalah salah satu mata pencaharian penduduk Desa Kayu Bongkok sehingga di desa tersebut masih banyak persawahan dan saluran irigasi yang berasal dari sungai Cisadane.

Begitu juga budaya adat istiadatnya yang masih kental, sehingga membuat keaslian desanya tetap terjaga dan ditunjang juga oleh kerukunan antarwarga yang masih terjaga.

Camat Sepatan Kabupaten Tangerang, Dadang Sudrajat mengatakan pihaknya akan berencana membangun wisata kuliner di Desa Kayu Bongkok.

Menurut Dadang, adanya wisata kuliner dilihat dari potensi Desa Kayu Bongkok yang ada di Kecamatan Sepatan, ia juga sudah meminta Kepala Desa-nya untuk terus mengembangkan potensi Desa Kayu Bongkok.

“Desa Kayu Bongkok akan kita jadikan wisata kuliner, saya juga sudah sampaikan ke kadesnya supaya program ini terus jalan,” ucapnya.

Dadang lanjutkan, bahwa wisata kuliner yang akan dibangun mengambil suasana pedesaan, yang nantinya akan lebih diminati para pengunjung dari berbagai wilayah disekitar ibu kota Jakarta dan Banten.

“Kalau wisata di kota orang sudah banyak jenuh, kita akan ambil suasana desa, biar terlihat persawahan ada air yang mengalir, jadi perkampungan yang asri, suasana seperti ini yang banyak dikunjungi wisata terutama kaum millenial,” ujar Dadang.

Dadang yang dipromosikan menjadi Camat Sepatan oleh Bupati Tangerang pada tanggal 25 Juli 2019 ini melanjutkan bahwa wisata bersuasana alam dan asri banyak dikembangkan daerah lain terutama di Jawa Tengah dan Jawa Timur, bahkan di Jawa Barat. Tentu kita perlu belajar untuk dikembangkan di Desa Kayu Bongkok.

Saat ini diakui Dadang, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Tangerang, salah satu upaya mewujudkan Desa Kayu Bongkok sebagai desa yang nyaman adalah pada akses dan fasilitas ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di taman dan juga fasilitas lingkungan yang sudah dibangun saat program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) atau lomba P2WKSS tingkat Provinsi Banten tahun yang lalu.

“Yang sudah dibangun di Desa Kayu Bongkok saat program P2WKSS harus tetap dijaga dan dirawat, baik fasilitas, lingkungan, agropolitan dan lainnya,” ujarnya.

Bupati Tangerang A Zaki Iskandar menyampaikan, Desa Kayu Bongkok memilki potensi untuk dikembangkan wisata kulinernya karena alamnya sangat mendukung bahkan Pemkab Tangerang sudah membangun Desa Kayu Bongkok sejak program P2WKSS Tingkat Provinsi Banten tahun 2019.

Pada saat kunjungan untuk penilaian program P2WKSS tahun 2019 yang lalu, Bupati sudah berpesan kepada semua elemen masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan bahkan menyempurnakan seluruh sarana prasarana dengan baik sehingga keindahan di Desa Kayu Bongkok ini terus terjaga kelestariannya.

Potensi yang sangat luar biasa ini perlu dikembangkan sebagai desa wisata, saat ini kaum millenial banyak mengunjungi tempat wisata yang bernuasa alam.

“Anak millenial sekarang banyak mencari tempat selfie yang bernuansa alam yang asri,” kata Zaki saat mengunjungi Desa Kayu Bongkok beberapa waktu yang lalu.

Share :