Ini 3 Hal yang Harus Dikembangkan Agar Pariwisata RI Makin Berkualitas

Ini 3 Hal yang Harus Dikembangkan Agar Pariwisata RI Makin Berkualitas

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengatakan, Indonesia sangat berpotensi mengembangkan pariwisata berkualitas (quality tourism). Salah satunya pengembangan wisata bahari, mengingat Indonesia dikenal dunia memiliki wisata baharinya yang memesona, yang menjadi daya tarik turis mancanegara.

"Quality tourism itu spesifik, intinya kalau kita bicara di Indonesia itu banyak sekali objek wisata yang bisa dikemas untuk quality tourism, terkait wisata Bahari, Indonesia itu punya garis pantai yang panjang, kita punya banyak pantai yang bagus dan biota laut yang beragam," kata Hariyadi dalam kegiatan Diskusi Strategis Pariwisata bersama MarkPlus Tourism, di Menara 88, Jakarta, Jumat (28/2).

Selain itu, terkait eco-tourism yang menyangkut taman nasional, yang saat ini tersebar di beberapa wilayah, dia menyebut banyak taman nasional di Indonesia yang berdampingan dengan gunung Merapi, sehingga punya potensi yang besar, misalnya Bromo.

Selanjutnya, pengembangan potensi budaya. Menurutnya budaya di Indonesia sangat luar biasa. "Bisa ditingkatkan penyajiannya lebih baik, saya rasa 50 persen keunikan budaya yang menurut kami layak dijual, seperti Bromo juga kalau dikemas dengan baik akan bagus," katanya.

Seperti Bali yang memiliki upacara atau ritual 100 Tahun ini yang disebut ypacara Eka Dasa Rudra (Ludra), hal itu menurutnya bisa menjadi daya tarik yang ekslusif bagi turis mancanegara, karena upacara yang jarang dilakukan. "Indonesia sangat kaya dengan budaya yang perlu di eksplor," ujarnya.

Untuk mengembangkan pariwisata berkualitas bukan hanya harga saja, melainkan juga menjual eksotisme keindahan Indonesia. Bahkan, dilihat dari infrastruktur Indonesia dikatakan tidak bermasalah, tapi masalahnya itu terletak dalam segi pemasaran dan promosi.

"Quality tourism ini dari segi infrastrukturnya tidak masalah, tapi segi penjualannya, yang jago pemasaran itu orang asing, seperti pulau Bintan dikelola oleh orang Amerika," ujarnya.

Kendati begitu, dia berharap dengan pengembangan quality tourism ini, bisa menghasilkan USD 5.000 untuk sektor penginapan dalam satu kali penginapan per orang bagi turis asing, yang tadinya normal tourism hanya mampu menyerap USD 1.100.

"Quality Tourism ini sangat menarik, cuma bagaimana cara memasarkannya, target marketnya siapa, menurut kami dengan kemajuan internet bisa memudahkan, memang ada ongkosnya untuk memetakan analisis untuk mengetahui apa yang dibutuhkan quality Tourism. Jadi kita harus menyatukan objek dengan baik ada yang mengurusi, analistisnya, dan yang paling penting teknik pemasarannya," jelasnya.

Karena, dia menilai strategi pemasaran Indonesia masih kurang, meskipun promosi lima tahun lalu melalui Wonderful Indonesia gencar dilakukan, namun hal itu dia nilai masih kurang. "Quality tourism di Indonesia sangat potensial sekali, tapi perlu effort strategi marketing, untuk ke depannya Pemerintah dan swasta bisa saling terbuka supaya bisa menyelesaikan masalah ini," pungkasnya.[]

Share :