Pariwisata Diprediksi Booming 2021, Pemerintah Siapkan Strategi Pemulihan

Pariwisata Diprediksi Booming 2021, Pemerintah Siapkan Strategi Pemulihan

Pemerintah menyadari pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling terpukul akibat pandemi virus corona (Covid-19). Untuk itu, pemerintah pun menyiapkan berbagai strategi agar sektor pariwisata dapat kembali bangkit usai pandemi corona berakhir.

"Presiden memperkirakan tahun depan terjadi booming di sektor pariwisata sehingga industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus siap," ujar Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dikutip dari keterangan persnya, Jumat (15/5).

Menurut dia, ada tiga langkah penting yang dilakukan pemerintah sebagai upaya pemulihan sektor pariwisata. Pertama, program perlindungan sosial bagi para pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang tepat sasaran.

"Kedua, realokasi anggaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diarahkan pada program padat karya bagi pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," jelasnya.

Sementara yang ketiga, yakni menyiapkan stimulus ekonomi bagi para pelaku usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah berharap tiga langkah tersebut dapat menyelamatkan pariwisata yang melesu akibat virus corona.

Setelah penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) berakhir, kata Moeldoko, ada berbagai aktivitas yang dilakukan masyarakat. Misalnya, berkumpul dengan teman, pergi ke tempat wisata atau rekreasi, tempat makan, pusat perbelanjaan, hingga bepergian ke luar kota.

"Kita lihat ini sebagai peluang harus dicermati sehingga sektor pariwisata bangkit dan tumbuh kembali," ucap dia.

Moeldoko menyebut penerapan kebijakan physical distancing mempengaruhi kebiasaan berwisata masyarakat. Wisatawan akan berhati-hati dan lebih suka menghindari tempat wisata yang ramai.

Dia memprediksi tempat wisata luar ruangan (outdoor) dan yang berhubungan dengan alam akan menjadi tujuan paling populer untuk perjalanan setelah pandemi corona berakhir. Selain itu, wisatawan juga lebih memilih melakukan perjalanan jarak dekat atau dengan waktu tempuh yang singkat.

"Paket wisata grup akan berkurang popularitasnya dan akan berganti dengan perjalanan mandiri. Wisatawan yang berusia muda akan melakukan perjalanan wisata terlebih dahulu," tutur Moeldoko.

Untuk itu, dia meminta para pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif mengubah pendekatan dan strategi dalam menggaet wisatawan. Contohnya, menerapkan protokol keamanan dan kebersihan.[]

Share :