Kemenparekraf Lakukan Product Update Pariwisata ke Pasar China

Kemenparekraf Lakukan Product Update Pariwisata ke Pasar China

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) terus berupaya mengoptimalkan promosi produk pariwisata ke negara-negara sahabat. Salah satunya adalah dengan melibatkan peran perwakilan promosi pariwisata Indonesia di luar negeri atau VITO (Visit Indonesia Tourism Officer).

Setelah sebelumnya menggelar webinar bersama VITO Prancis, Inggris dan Jerman, kini Kemenparekraf/Baparekraf menggelar webinar bersama VITO Beijing, Shanghai, Guangzhou, dan HongKong. Dalam acara ini, dibahas upaya dan kebijakan pemerintah Indonesia, serta product update dari pariwisata Indonesia ke negara-negara fokus pasar wisatawan.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya, mengatakan bahwa webinar kali ini digelar untuk membahas strategi dan upaya kesiapan Indonesia memasuki masa new normal, serta product update untuk pasar China dan HongKong.

"Webinar pasar Great China bertemakan β€˜Re-Aligning Our Priorities After COVID-19’ ini dilakukan untuk menjaga brand awareness Indonesia. Sehingga nantinya wisman tidak perlu ragu untuk mendatangi Indonesia, karena kebijakan mengenai gerakan Indonesia Bersih, Sehat, dan Aman (Clean, Health and Safety/CHS) merupakan upaya pemerintah Indonesia yang tanggap terhadap the new normal,” kata Nia Niscaya, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan, Rabu (20/5).

Lebih lanjut, Nia mengatakan bahwa pandemi COVID-19 telah mengubah banyak hal dalam kehidupan, termasuk sektor pariwisata. Pemberlakuan social distancing dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam waktu singkat ikut mengubah pola pemasaran pariwisata.

Kegiatan seminar berbasis digital ini kemudian menjadi salah satu cara yang dilakukan Kemenparekraf/Baparekraf untuk melakukan soft selling destinasi yang ada di Indonesia. Nantinya, diharapkan Indonesia tetap menjadi favorit bagi wisman untuk berkunjung.

Tak hanya mempromosikan pariwisata Indonesia, selama webinar Kemenparekraf juga melakukan poling tentang destinasi favorit wisatawan China. Hasilnya, Bali menduduki posisi pertama sebagai destinasi favorit dengan 86 persen, disusul Manado dan Lombok yang masing-masing memperoleh persentase 7 persen, Borobudur 5 persen, dan Batam/Bintan 2 persen.

Nia juga memperkirakan bahwa Bali akan menjadi salah satu destinasi utama yang relatif lebih cepat pulih dan banyak dikunjungi wisatawan begitu pandemi dinyatakan usai. Didukung dengan kenyataan bahwa Bali selama ini merupakan destinasi wisata utama, dan termasuk provinsi yang terbukti mampu menahan laju penyebaran COVID-19 makin meluas di masyarakat, melalui local wisdom dan peran desa adatnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, telah menetapkan Bali sebagai pilot project untuk penerapan program Cleanliness, Health and Safety (CHS). Program ini akan diterapkan di bandara, destinasi, dan mendorong pengelola usaha pariwisata lainnya, seperti hotel serta restoran sebagai strategi mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasca-pandemi COVID-19. Setelah Bali, destinasi lainnya akan menyusul secara bertahap.

"Bali menjadi prioritas, setelahnya ada Joglosemar dan Kepri yang menjadi pintu masuk wisatawan dari Singapura. Kemudian 5 destinasi super prioritas. Kami tidak ingin wisatawan kecewa, sehingga kami mendorong industri untuk menerapkan CHS ini dengan baik dan berstandar internasional," tutup Nia.[]

 

Share :