Industri Perhotelan Mulai Beradaptasi dengan New Normal

Industri Perhotelan Mulai Beradaptasi dengan New Normal

Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Bambang Ismadi mengatakan, industri hospitality (perhotelan) mulai beradaptasi menghadapi kenormalan baru (new normal) di masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Dalam pengoperasiannya Bambang meminta pihak hotel tetap memiliki kewajiban untuk menaati semua protokol kesehatan yang berlaku. Hal ini dilakukan untuk menekan kurva penularan Covid-19.

Bambang mengatakan, saat ini Dispar DKI Jakarta telah membuat dan merencanakan penerapan SOP dan protokol umum. Sekitar 21 protokol di antaranya untuk pelaku usaha, 13 protokol untuk pekerja, dan 6 protokol untuk tamu.

Selain itu, protokol khusus juga sedang dirancang sesuai dengan jenis usaha secara spesifik. Untuk itulah, saat ini Dispar DKI Jakarta tengah melakukan pertemuan dengan pelaku industri, guna mendengarkan aspirasi dari bidangnya masing-masing.

“Sampai 2 Juli 2020, masa transisi tahap satu ini akan menjadi barometer evaluasi untuk kedepannya. Maka di masa ini industri pariwisata harus tegas agar bisa menjadi barometer yang baik, dan bersama-sama jaga kondisi penyebaran Covid-19. Jika hotel bisa melaksanakan normal baru, maka semakin banyak peluang sektor pariwisata lain yang akan dibuka kedepannya,” ungkap Bambang melalui jumpa pers virtual, Kamis (11/6/2020).

Secara terpisah, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dalam webinar “Kebangkitan Parekraf di Era Normal Baru", Kamis (11/6/2020), juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan protokol kenormalan baru untuk nantinya diterapkan di semua lini pariwisata dan ekonomi kreatif.

Protokol kenormalan baru yang fokus pada aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan itu juga sebagai panduan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam melakukan remodelling tersebut.

"Kita telah menyiapkan protokol dan saat ini sedang dilakukan harmonisasi dari semua kementerian yang tangani bidang-bidang tertentu untuk nantinya diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan,” kata Wishnutama.

Ditambahkan Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf Agustini Rahayu, pemerintah, pelaku usaha, maupun pemangku kepentingan diminta mampu beradaptasi, menciptakan inovasi dan meningkatkan daya saing sebagai respons terhadap perubahan.

“Memang akan terjadi perubahan perilaku yang mendasar dari wisatawan. Nantinya wisatawan akan lebih mengedepankan faktor kebersihan, kesehatan dan keselamatan serta keamanan sehingga industri harus dapat beradaptasi untuk dapat meyakinkan konsumennya bahwa fasilitas mereka dapat memenuhi semua faktor,” kata Agustini Rahayu.[]

Share :