Kemenparekraf: Platform Digital Jadi Cara Efektif Pamerkan Karya Musik di Era Pandemi

Kemenparekraf: Platform Digital Jadi Cara Efektif Pamerkan Karya Musik di Era Pandemi

Pariwisata dan ekonomi Kreatif (Parekraf) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19. Berbagai langkah dan strategi pemulihan di sektor Parekraf untuk menyambut kenormalan baru pun dipersiapkan salah satunya menggunakan Platform Digital.

Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf), Josua Simanjuntak mengatakan, tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi COVID-19 memberikan dampak besar pada hampir semua profesi dan pekerja di bidang Kreatif.

Salah satu subsektor Kreatif yang terdampak adalah para pekerja seni yang kehilangan pekerjaan, termasuk para Musisi didalamnya. "Para Musisi bisa menyesuaikan diri melalui pemanfaatan Platform Digital untuk membuka potensi pasar baru di ranah global karena Digital berarti sudah tanpa batas. Maka bersiap-siaplah para pemusik untuk berkarya yang terbaik,” katanya saat acara Webinar Pemanfaatan Platform Digitalsebagai Sarana Showcase Musik Tanah Air, melalui keterangan resmi yang diterima AkuratIptek, Kamis (25/6).

Lebih lanjut Josua menyampaikan bahwa saat ini Kemenparekraf tengah menyiapkan program “Portamento” bagi Musisi, yang merupakan Platform berbentuk aplikasi sebagai media pemasaran karya Musik yang akan terhubung langsung dengan pembeli.

Melalui teknologi ini, Musisi dapat mengunggah karya Musik dengan data sebagai administrasi hak cipta yang akan terhubung dengan Platform penyedia Musik online seperti Spotify, YouTube, Joox, dan lainnya.

“Kami juga berharap, dengan protokol kesehatan yang sudah diresmikan oleh Kementerian Kesehatan, industri (ekraf) akan dapat segera kembali beraktivitas, terutama bagi para Musisi untuk dapat kembali berkolaborasi dan tampil di depan publik sambil terus memanfaatkan Digital sebagai sarana untuk menunjukkan karya-karya terbaik sehingga bisa diapresiasi oleh masyarakat luas," tambahnya.

Platform Digital hadir untuk memberikan kemudahan bagi semua kalangan. Media sosial seperti YouTube, Facebook, Twitter, dan Instagram, juga Platform virtual conferencing seperti Zoom, Google Hangout, dan Microsoft Teams bisa mendekatkan Musisi kepada penggemar secara real time, dan mengakomodasi kebutuhan live secara interaktif.

Selain itu para Musisi juga dapat memanfaatkan fitur polling untuk mengetahui umpan balik yang dibutuhkan mengenai karya mereka, terdapat pula pilihan aplikasi video konferensi yang mendukung interaksi dua arah dan menawarkan opsi pengaturan konten atau kurasi penonton.

Kemenparekraf/Baparekraf sendiri mencatat setidaknya ada 44.295 pekerja seni dan pekerja Kreatifterkena dampak pandemi COVID-19 dan telah diajukan ke Kementerian Sosial untuk menerima bantuan sosial dari pemerintah.

Secara mandiri, Kemenparekraf juga mengatakan akan terus melanjutkan program pendampingan dan pelatihan daring kepada SDM Parekraf agar mendapat kompetensi yang dibutuhkan untuk kembali bekerja seusai pandemi.[]

 

Share :