Indonesia Siap Mematangkan Konsep Wisata Berkualitas

Indonesia Siap Mematangkan Konsep Wisata Berkualitas

Menyambut masa kenormalan baru, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta pelaku usaha sekor pariwisata untuk mematangkan konsep wisata berkualitas. Harapannya, agar pelaku usaha maupun wisatawan ke depannya dapat merawat lingkungan secara bersama.

“Presiden Joko Widodo memberikan arahan agar pariwisata di Indonesia fokus pada capaian kualitas dan wisatawan juga merawat lingkungan hidup,” kata Luhut dalam Webinar Nasional Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru, Jakarta, Rabu (22/7/2020).

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, masyarakat saat ini tertarik untuk mengunjungi wisata alam yang indah dan bersih. Sedangkan, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio, mengatakan wisata alam memiliki risiko penularan yang rendah jika dibandingkan dengan wisata yang lain.

"Dalam pandemi Covid-19 ini, salah satu yang diuntungkan wisata alam, karena risikonya sangat rendah dan kebetulan Indonesia memang kekuatannya salah satunya wisata alam, kita lihat Toba, Labuan Bajo, Bali,” tuturnya.

Ia pun menjelaskan bahwa wisata alam akan menjadi pilihan bagi wisatawan saat destinasi-destinasi wisata di Indonesia mulai dibuka kembali. Untuk itulah, Wishnutama mengimbau para pelaku wisata untuk mempersiapkan dan menjalankan betul-betul protokol kesehatan yang ada.

"Beberapa daerah kami lihat sudah mempersiapkan protokol kesehatan dengan sangat baik, salah satunya Provinsi Bali yang saya dan pak gubernur saksikan persiapannya. Banyuwangi dan beberapa daerah juga sudah mempersiapkan ke sana seperti Toba, Bitung, dan lain lain,” jelas Wishnutama.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, kawasan Bali saat ini mempersiapkan diri untuk menyambut kunjungan wisatawan nusantara pada akhir Juli ini.

Ia mengatakan persentase kesiapannya sudah mencapai 80%. Menurutnya pemberlakuan protokol kesehatan sangatlah penting, terutama dalam memberikan keyakinan kepada wisatawan nusantara yang ingin berkunjung ke Bali.

Sedangkan untuk mendapatkan wisatawan berkualitas, Wayan mengatakan saat ini pemda Bali tengah mengeluarkan peraturan daerah Nomor 5 tahun 2020 tentang, standar penyelenggaraan wisata budaya Bali.

“Dengan begitu yang datang ke bali itu wisatawan berkualitas. Jangan orang datang, semalam menginap, dan tidak melakukan apa-apa. Nilai ekonomi orang yang langsung pulang itu tidak ada. Ini orientasi prioritas kita ke depan, sehingga wisata kita bisa menjadi wisata yang berkualitas dan beradab,” terangnya.[]

Share :