Kemenparekraf Siapkan Dana Rp 3,8 Triliun Untuk Pulihkan Industri Pariwisata Akibat Pandemi Covid-19

Kemenparekraf Siapkan Dana Rp 3,8 Triliun Untuk Pulihkan Industri Pariwisata Akibat Pandemi Covid-19

Salah satu sektor ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19 adalah pariwisata. Industri pariwisata terhenti. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, perlu upaya serius yang dilakukan bersama semua pihak untuk memulihkan kembali industri pariwisata.


"Caranya melakukan terobosan yang memberdayakan semua pelaku industri dengan dukungan dana Pemulihan Ekonomi Nasional," kata Wishnutama dalam siaran persnya, Jumat (25/9/2020).

Kemenparekraf menyiapkan anggaran Rp 3,8 triliun untuk berbagai program seperti hibah pariwisata hingga sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE).

Ada pula stimulus reaktivasi pariwisata serta fasilitas hotel dengan 3 kali makan dan snack untuk isolasi mandiri.

Hibah pariwisata membantu destinasi dan usaha pariwisata meningkatkan penerapan protokol kesehatan sehingga meningkatkan trust dan confidence wisatawan di 85 daerah kabupaten/kota di Indonesia.

Mekanisme hibah pariwisata akan dilakukan melalui transfer ke daerah, yakni 70 persen untuk usaha hotel dan restoran berdasarkan data realisasi PHPR 2019 pemda masing-masing.

"Dan 30 persen lainnya digunakan daerah untuk menjadi bagian dalam penanganan dampak ekonomi sosial akibat Covid-19, terutama sektor pariwisata," ujar Wishnutama.

Kemenparekraf juga memberikan stimulus reaktivasi pariwisata berupa diskon 50 persen paket wisata yang baru akan dimulai setelah vaksinasi berjalan.

Terdapat sertifikasi CHSE gratis dengan tujuan memastikan protokol kesehatan dijalankan baik di destinasi wisata sesuai KMK Kementerian Kesehatan dan buku panduan Kemenparekraf.

Kemenparekraf juga menyiapkan akomodasi berupa hotel setara bintang 3, termasuk fasilitas makan dan minum. Area penyediaan hotel terletak di Jabodetabek, Jawa Barat dan Bali.

Jumlah fasilitas yang akan disediakan dapat menampung 14.000 pasien dalam waktu 14 hari karantina sampai Desember 2020.

"Saat ini ada 17 hotel yang sudah diverifikasi Kemenkes dengan daya tampung sejumlah 3.290 kamar dan akan terus bertambah," kata Wishnutama.

 

Share :