Kemenparekraf Yakin 2021 Jadi Tahun Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Kemenparekraf Yakin 2021 Jadi Tahun Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Pandemi COVID-19 yang menghantam industri pariwisata Indonesia selama delapan bulan terakhir membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tertekan. Namun, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) optimistis pada tahun 2021 mendatang menjadi momentum kebangkitan pariwisata Indonesia.

Terlebih, kabar adanya pengadaan vaksin COVID-19 yang direncanakan tersedia mulai Desember 2020 menjadi kabar baik bagi sektor pariwisata. Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (event) Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa, menyampaikan pada tahun 2021 pihaknya akan menciptakan budaya berwisata yang nyaman dan mengedepankan aspek kesehatan dan keselamatan wisatawan.

"Kita akan menyambut era baru pariwisata yang lebih tangguh dan maju. Tentunya ada tantangan baru tentang bagaimana menciptakan budaya berwisata yang nyaman tapi lebih peka pada aspek kesehatan keselamatan dan kelestarian alam," kata Rizki Handayani Mustafa dalam acara peringatan World Tourism Day yang diadakan secara virtual pada Minggu (27/9).

Rizki menambahkan, pihaknya meyakini setelah adanya vaksin COVID-19, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif akan kian melesat nantinya. Oleh karena itu, pemerintah harus menyiapkan era post vaksin dari sekarang sembari menjaga pikiran-pikiran baik yang akan banyak memunculkan peluang baru.

“Saya yakin pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia mampu memanfaatkan berbagai peluang ini untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dari masa pandemi ini, sehingga kita siap ke depan,” kata dia.



Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah mengarahkan pihaknya untuk melakukan inovasi dan perbaikan dalam sektor pariwisata. Hal itu sejalan dengan adanya perubahan tren pariwisata secara Global yang bergeser ke arah alternatif liburan yang tidak melibatkan banyak orang.

"Saat ini diharapkan Indonesia mampu beradaptasi pada pariwisata global. Dalam hal ini perubahan tren pariwisata akan bergeser ke arah alternatif liburan yang tidak melibatkan banyak orang seperti Solo travel, virtual tourism, serta staycation, di mana keselamatan, kesehatan tetap menjadi fokus utama bagi wisatawan,'' ujar Rizki.

Lebih lanjut, Rizki juga menjelaskan bahwa penerapan protokol kesehatan ini dilakukan Kemenparekraf sebagai bukti komitmen kepada dunia bahwa pariwisata Indonesia menjunjung tinggi aspek kebersihan kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan.

Ia juga menyebut bahwa saat ini Kemenparekraf telah menginisiasi kampanye Indonesia Care, yang merupakan strategi komunikasi untuk membuktikan bahwa seluruh tempat usaha sektor pariwisata atau usaha sektor ekonomi kreatif telah mengutamakan prinsip-prinsip kebersihan, kesehatan, keselamatan dan lingkungan lestari bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif maupun konsumennya.

“Tujuan utama dari Indonesia Care adalah untuk gaining confidence dalam menciptakan rasa aman bagi wisatawan atau penonton atau pengunjung atau delegasi kegiatan dengan berbagai video tutorial, video simulasi kesehatan dan protokol kesehatan,” pungkasnya.[]

Share :