Pulihkan Industri Pariwisata, Pemerintah Siapkan Basis Data Terpadu UMKM

Pulihkan Industri Pariwisata, Pemerintah Siapkan Basis Data Terpadu UMKM
Pemerintah berupaya membangkitkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di sektor pariwisata. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menyebut pemerintah berupaya membangun basis data terpadu untuk memberikan fasilitas bagi pelaku UMKM. 
 
“Agar upaya perlindungan UMKM di 2021 ini optimal, pemerintah perlu membangun basis data terpadu sebagai dasar penyaluran setiap program pemerintah yang menyasar UMKM,” katanya saat memimpin Rapat Percepatan Perkembangan Industri Wisata, Ekonomi Kreatif, dan Sentra-Sentra UMK di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat, 15 Januari 2021.
 
Dengan adanya data terpadu, Wapres berharap pemerintah bisa memberikan bantuan produktif kepada pelaku usaha mikro. Sebab, banyak pengusaha UMKM yang selama ini tidak menerima pinjaman dari lembaga keuangan lain.
“Pelaksanaan bantuan program produktif atau BPUM (Banpres Produktif Usaha Mikro) perlu dipastikan mencapai sasarannya itu para pelaku usaha mikro yang sedang tidak menerima pinjaman dari lembaga keuangan,” ungkap Ma'ruf.
 
Selain itu, dia berharap Kementerian Sosial segera menyusun program pemberdayaan bagi masyarakat yang termarginalkan. Sehingga program bisa dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
 
“Saya melihat ada beberapa inisiatif-inisiatif dari Menteri Sosial Tri Rismaharini yang menurut saya baik sekali diangkat ke tingkat nasional dan direplikasi di berbagai daerah,” harapnya.
 
Lebih lanjut, Ma’ruf menginginkan  pengentasan kemiskinan dipercepat melalui program optimalisasi balai sosial yang direncanakan oleh Kementerian Sosial. Ia berharap program tersebut dapat dikolaborasikan dengan berbagai kementerian/lembaga, BUMN, dan swasta sehingga dapat bermanfaat secara optimal.
 
“Sehingga benar-benar bisa mempercepat pengentasan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja usaha-usaha mikro dan kecil yang produktif,” ujarnya.
 
Di sisi lain, Ma'ruf juga memberikan arahan kepada Menteri Perdagangan M Lutfi agar memberikan dukungan pembukaan jejaring pemasaran bagi usaha mikro dan kecil. Dukungan itu harus dilakukan secara online dan offline.
 
“Jejaring ini penting, memberikan dukungan bagi pemasaran produk halal. Ini termasuk untuk tujuan ekspor, antara lain dengan fasilitasi perdagangan internasional, riset, dan promosi pasar ekspor,” kata Ma'ruf.[]
Share :