Rapat Koordinasi Penyusunan Peta Peluang Investasi Proyek Prioritas Strategis yang siap ditawarkan di KEK Tanjung Lesung

Rapat Koordinasi Penyusunan Peta Peluang Investasi Proyek Prioritas Strategis yang siap ditawarkan di KEK Tanjung Lesung

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung adalah kawasan dengan luas 1500 Ha, berada di Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, yang ditetapkan pada tahun 2012 melalui Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2012 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung dan penunjukan Badan Usaha Pengusul dan Pembangun oleh Bupati Pandeglang kepada PT. Banten West Java berdasarkan Keputusan Bupati No. 556/Kep.173-Huk/2012 tentang Penetapan Badan Usaha Pembangun dan Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung.

Kementerian Investasi/BKPM menyelenggarakan rapat Koordinasi Penyusunan Peta Peluang Investasi Proyek Prioritas Strategis yang siap ditawarkan T.A 2021 di KEK Tanjung Lesung, serta potensi lainnya di Provinsi Banten  dibuka oleh Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan  pada tanggal 6 Agustus 2021, di Le Dian Hotel & Cottages, Kota Serang Provinsi Banten dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19 yang berlaku.  Turut hadir dalam acara tersebut baik secara tatap muka maupun daring Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sekretaris Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, Kepala Administrator KEK Tanjung Lesung, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Agus Setiawan, serta OPD lainnya di Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan tamu undangan lainnya terkait acara tersebut.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan menyampaikan bahwa tujuan kegitan tersebut untuk memberikan gambaran komprehensif dan mendetail dalam bentuk pra studi kelayakan (pra-FS) kepada investor dan stakeholder terkait mengenai kelayakan suatu proyek.

“Dapat menganalisis kelayakan investasi suatu proyek berdasarkan sektor yang akan didorong dan dikembangkan oleh Pemerintah 5 (lima) tahun ke depan, dengan memperhitungkan keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif setiap daerah (provinsi) dalam rangka mendukung upaya pemerataan ekonomi ke seluruh wilayah yang berdaya saing.” Harapnya.

Lebih lanjut, rapat tersebut diharapkan dapat merumuskan usulan rekomendasi kebijakan dan insentif khusus kepada Kementerian/Lembaga terkait bagi pengembangan penanaman modal proyek prioritas yang bersifat strategis di Indonesia serta menyiapkan informasi proyek prioritas strategis berbasis spasial (Sistem Informasi Geografis) yang siap ditawarkan kepada investor dan informasi/konten terkait lainnya yang diintegrasikan dengan sistem informasi yang telah tersedia di BKPM.

Sementara itu, pada paparan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Banten menjelaskan Arah Kebijakan Pengembangan KEK untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas  kegiatan ekonomi.

Kebijakan Pengembangan KEK di Provinsi Banten khususnya di KEK Tanjung Lesung pada prinsipnya diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas  kegiatan ekonomi khususnya di wilayah-wilayah Provinsi Banten bagian selatan yang mengalami ketertinggalan dibandingkan Banten bagian utara.

Pembangunan KEK Tanjung Lesung ini juga dimaksudkan sebagai upaya sinergis dari Pemerintah dalam mengembangkan Community Based Tourism (Pariwisata berbasis Pemberdayaan Masyarakat) pada desa dan kampung wisata yang menjadi penyangga utama dari KEK Pariwisata Tanjung Lesung.
Share :