Sosisalisasi Sertifikasi CHSE oleh Dinas Pariwisata Provinsi Banten

Sosisalisasi Sertifikasi CHSE oleh Dinas Pariwisata Provinsi Banten
Dalam rangka mengembangkan industri pariwisata Provinsi Banten, Dinas Pariwisata menyelenggarakan rapat Sosisalisasi Sertifikasi CHSE Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) hadir sebagai peserta yaitu pelaku industri pariwisata Daya Tarik Wisata, Kawasan Pariwisata, Jasa Transportasi Wisata, Jasa Perjalanan Wisata, Jasa Makanan dan Minuman, Penyediaan Akomodasi, Penyelenggaraan Kegiatan Hiburan dan Rekreasi, Penyelenggaraan MICE, Jasa Informasi Pariwisata, Jasa Konsultan Pariwisata, Jasa Pramuwisata, Wisata Tirta, Spa, Pengelola Homestay, Pokdarwis serta para pelaku industri pariwisata lainnya.

Zoom Meeting dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Drs. M. Agus Setiawan A.W., M.Si pada tanggal 12 Agustus 2021.  Turut hadir dalam acara tersebut secara tatap muka maupun daring Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Dadang Rizki Ratman, SH, MPA dan Akademisi Pradita University Dr. Budi Setiawan, A.Md.Par., S.E., M.M sebagai narasumber, G.S. Ashok Kumar dari PHRI Provinsi Banten sebagai moderator, Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se Provinsi Banten, Dinas Kesehatan Provinsi Banten serta Kabupaten/Kota.


Staf Ahli Menteri Bidang Pengembangan Usaha Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Dadang Rizki Ratman, SH, MPA mengatakan apresiasinya terhadap Dinas Pariwisata Provinsi Banten yang selalu berusaha menyampaikan kebijakan program pusat kepada para pelaku usaha industri pariwisata nya.

“Saya bangga rekan-rekan di Dinas Pariwisata Provinsi Banten selalu berupaya mensosialisasikan berbagai kebijakan program dari kemenparekraf, pada kesempatan ini mengajak rekan mari kita satukan langkah untuk menghadapi pandemi” kata Dadang Rizki Ratman.

Selanjutnya, Ia juga memotivasi para pelaku usaha industri pariwisata untuk terus menyesuaikan diri pada situasi pandemi.

“Rekan-rekan para perilaku wisata adanya perubahan perilaku ini mengubah perilaku customer, oleh karena itu kita harus menyiapkan diri untuk merespon perubahan perilaku customer tersebut, kami menggagas Indonesia Care, ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia peduli terhadap wisatawan yang akan datang ke Indonesia”.  Ujarnya.

Lebih lanjut, Dadang Rizki Ratman mengharapkan hasil sosialisasi berhasil sesuai dengan yang diharapkan dengan memperhatikan beberapa persyaratan dalam upaya mendapatkan sertifikat CHSE.

“Kita harapkan hasil sosialisasi ini, peserta diharapkan untuk melakukan penilaian mandiri, penting karena mendeklarasikan mandiri setelah itu kemudian di audit secara independen, kita serahkan ke lembaga sertifikasi independen kemudian diberikan sertifikat, sertifikat CHSE berlaku untuk 1 tahun. Yang lolos sertifikasi ini, pelaku wisata bisa mendapatkan label Indonesia care pada unit usahanya”.  Jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Drs. M. Agus Setiawan A.W., M.Si mengungkapkan saat ini di Provinsi Banten sudah 223 usaha industri pariwisata yang telah mendapatkan sertifikat CHSE dan Ia berharap pada tahun ini bertambah jumlahnya sesuai target 327.

“223 usaha industri pariwisata Banten telah mendapatkan sertifikat CHSE, Saya berharap ke depan jumlah nya akan mencapai target 327 bahkan bisa lebih lagi”.  Optimisnya.

Selanjutnya, Ia mengucapkan terima kasih kepada para pelaku usaha industri pariwisata yang telah berpartisipasi pada sertifikasi CHSE tersebut.

“Terima kasih kepada para pelaku usaha pariwisata di Provinsi Banten yang telah mengikuti sertifikasi, karena dengan adanya sertifikasi, legalitas dan kualitas nya sudah diakui sehingga wisatawan akan semakin yakin.”  Ucapnya.

Akademisi Pradita University Dr. Budi Setiawan, A.Md.Par., S.E., M.M mengatakan konsistensi adalah hal yang harus diperhatikan dalam menjaga protokol kesehatan CHSE.

“Yang terpenting setelah mendapat sertifikat CHSE para pengelola dan pelaku industri pariwisata ekonomi kreatif adalah tetap menjaga protokol kesehatan secara konsisten.” Katanya.

Ia pun, mengungkapkan beberapa syarat untuk mendapatkan sertifikasi CHSE.

“Beberapa syarat untuk mendapatkan sertifikasi CHSE adalah industri pariwisata harus memiliki legalitas, mengisi penilaian mandiri meliputi 4 dimensi K (kebersihan, kesehatan, keselamatan, kelestarian lingkungan)”.  Ungkapnya.
Share :