Modest Fashion Meeting Series II : Prinsip Pengembangan Fesyen Modest untuk Busana Muslim

Modest Fashion Meeting Series II : Prinsip Pengembangan Fesyen Modest untuk Busana Muslim
Setelah dilaksanakannya meeting series pertama pada tanggal 19 Agustus 2021 dengan mengundang asosiasi fesyen, desainer, penata gaya, akademisi serta pengarah dan kurator fesyen. Meeting series pertama mengangkat topik "Arah Pendampingan dan Pengembangan Desain Fesyen Modest Indonesia" dengan menampilkan tiga narasumber: Ali Charisma (National Chairman Indonesia Fashion Chamber), Anindia Putri (Founder I.K.Y.K.) dan Josua Simanjuntak (Staf Ahli Menteri Bidang Inovasi dan Kreativitas).  Sebagai kelanjutan kegiatan meeting pertama, maka dilaksanakan acara meeting series kedua secara daring pada tanggal 2 September 2021.

Meeting series kedua ini membahas Prinsip Pengembangan Fesyen Modest untuk Busana Muslim, kegiatan yang dilakukan secara virtual ini dibuka oleh Direktur Kuliner, Kriya, Desain dan Fesyen Kemenparekraf/Baparekraf, Yuke Sri Rahayu dilanjutkan dengan Paparan Ketua Meeting Series (Koordinator Fesyen, Kriya dan Desain Produk) Romi Astuti, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal/Plt. Kepala BPJPH, Kementerian Agama RI Mastuki HS juga turut memberikan paparan, selanjutnya paparan dilanjutkan oleh Founder Islamic Fashion Institute, Irna Mutiara dan Paparan terakhir oleh Founder Brand NurZahra, Windri.

Topik ‘Prinsip Pengembangan Fesyen Modest untuk Busana Muslim’ diangkat dengan melibatkan komunitas dan organisasi Muslim, perancang busana Muslim, peneliti, perwakilan Pusat Studi dan industri Halal, serta perwakilan Kementerian Agama. Meeting series kedua ini membuka kesempatan kepada narasumber dan peserta untuk berbagi tentang landasan dan prinsip fesyen modest dalam konteks fesyen Muslim serta mengumpulkan rekomendasi berbasis regulasi Islam yang perlu diperhatikan dalam proses mengembangkan, mendukung dan mendampingi kreator, produsen dan pelaku usaha kreatif fesyen modest Indonesia.

Pengembangan fesyen modest untuk busana muslim dalam konteksnya sebagai unit usaha sangat terkait dengan Islamic Economy (ekonomi Islam) serta gaya hidup dan industri Halal. Ekonomi Islam berbasis pada Quran dan Sunnah serta bebas dari komponen yang dilarang dalam agama Islam juga mencakup semua aktivitas yang memiliki dampak ekonomi dan dilaksanakan secara benar dan komprehensif oleh umat Islam.

Berbagai interpretasi dan tingkatan berpakaian modest yang berangkat dari kebutuhan untuk memenuhi syariah, aturan agama serta norma yang berlaku di masyarakat Muslim mempengaruhi tipologi dan pengembangan fesyen. Tahun 2010 merupakan tahun awal lahirnya industri fesyen Muslim, dimulai dengan kemunculan desainer yang mendefinisikan diri sebagai desainer busana Muslim, kehadiran mereka kemudian disambut baik dengan meningkatnya kesadaran dan berkembangnya kebutuhan komunitas Muslim atas busana yang sesuai dengan keyakinannya.

Dengan diselenggarakannya Meeting Series 2 ini diharapkan dapat mengetahui pandangan Islam terhadap fesyen modest; Mengetahui konsep dasar dan kategorisasi busana Muslim; Mengetahui prinsip, aturan dan konsep pengembangan fesyen modest dalam konteks Islam dan industri Halal; Memetakan tantangan yang dihadapi oleh pelaku fesyen modest dalam memenuhi kaidah Busana Muslim; Mengetahui kebutuhan pengembangan desain yang sesuai dengan kebutuhan pasar Muslim; Menyiapkan strategi yang tepat untuk kreasi fesyen modest untuk Muslim; Menyampaikan gagasan mengenai arah pendampingan kreasi fesyen modest dari aspek kaidah agama Islam, ekonomi Islam dan regulasi Halal.
Share :