Sosialisasi Pengembangan Wisata Kesehatan

Sosialisasi Pengembangan Wisata Kesehatan
Dalam rangka mengembangkan industri pariwisata Provinsi Banten, Dinas Pariwisata Provinsi Banten menyelenggarakan Sosialisasi Pengembangan Wisata Kesehatan, hadir sebagai peserta yaitu dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Banten, Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se Provinsi Banten, Rumah Sakit di Provinsi Banten, Stakelhoder pariwisata Banten dan para pelaku industri pariwisata Daya Tarik Wisata di Provinsi Banten.

Zoom Meeting dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Drs. M. Agus Setiawan A.W., M.Si pada tanggal 9 September 2021.  Turut hadir dalam acara tersebut secara tatap muka maupun daring Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit se-Indonesia (Persi) Banten, dr. Ediansyah, MARS,MM, Akademisi Dr. Titus Indrajaya, Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf Drs. Alexander Reyaan, MM sebagai narasumber dan G.S. Ashok Kumar dari PHRI Provinsi Banten sebagai moderator.

Secara definisi bahasa, Wisata Medis / Medical Tourism adalah suatu perjalanan karena alasan kesehatan yang lebih cenderung menyangkut tindakan medis pengobatan (cure), operasi dan/atau tindakan medis lainnya, yang dilakukan terhadap penderita suatu penyakit atau kelainan kondisi kesehatannya, seperti dikutip dari laman https://awmi.co.id/.

Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit se-Indonesia (Persi) Banten dr. Ediansyah, MARS,MM menjelaskan beberapa hal yang menjadi daya tarik apa yang dicari Pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri, agar hal-hal tersebut dapat membangun keunggulan bersaing rumah sakit wisata medis di Provinsi Banten.

“Ada 8 hal yang dicari pasien Indonesia ke luar negeri yaitu operasi kecantikan, pengobatan kanker, bedah tulang, perawatan gigi, operasi tulang belakang, pengobatan mata, menurunkan berat badan dan penyembuhan penyakit jantung”.Seperti yang dikutip oleh dr. Ediansyah, MARS,MM pada Zurich Insurance Research di zoom meeting.

Selanjutnya, Akademisi Dr. Titus Indrajaya mengungkapkan bahwa Wisata Kesehatan adalah upaya penyedia wisata dan destinasi yang bertujuan untuk menarik minat para wisatawan.

“Wisata Kesehatan adalah upaya penyedia wisata dan destinasi yang bertujuan untuk menarik wisatawan dengan sengaja mempromosikan layanan dan fasilitas perawatan kesehatannya, disamping fasilitas wisata regulernya” Seperti yang dikutip oleh Dr. Titus Indrajaya pada (Goodrich,1987) di zoom meeting.

Dr. Titus Indrajaya menambahkan, Indonesia bisa menjadikan Turki sebagai referensi dalam mengembangkan destinasi wisata medis dunia.

“Turkish Airlines menawarkan tarif penerbangan dengan harga diskon untuk wisatawan medis.  Dengan keunggulan pelayanan kesehatan yang berkualitas dengan harga terjangkau hemat 50% hingga 65%, terutama di bidang operasi transplantasi, terapi radiasi untuk kanker, bedah ortopedi, bedah saraf, dan kedokteran genomik, bahkan tidak ada waktu tunggu bagi pasien (zero waiting list).”

Sementara itu, Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kemenparekraf Drs. Alexander Reyaan, MM mengatakan saat ini terdapat 15 rumah sakit unggulan (pilot project) Indonesia, dimana 3 diantaranya terletak di Provinsi Banten berdasarkan Katalog Wisata Kesehatan.

“Sementara ini ada 15 rumah sakit menjadi pilot project, bahkan 3 diantaranya terletak di Provinsi Banten, yaitu Siloam Hospital Lippo Village Tangerang, Eka Hospital Tangerang dan Mayapada Hospital Tangerang, mudah-mudahan ke depan bisa bertambah lagi dengan standar yang ditetapkan.”Harapnya.
Share :