Menparekraf Cek Kesiapan Pengembangan Wisata Kesehatan Indonesia di Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, Banten

Menparekraf Cek Kesiapan Pengembangan Wisata Kesehatan Indonesia di Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, Banten
Saat ini ada 15 rumah sakit yang menjadi pilot project dalam rangka pengembangan wisata kesehatan di Indonesia, 3 rumah sakit diantaranya terletak di Provinsi Banten, yaitu Siloam Hospital Lippo Village Tangerang, Eka Hospital Tangerang dan Mayapada Hospital Tangerang.

Dalam "Weekly Press Briefing" yang digelar secara daring, Senin (6/9/2021), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia mengungkapkan pihaknya menjadikan wisata kesehatan sebagai program unggulan untuk dikembangkan karena Indonesia mempunyai pangsa pasar yang sangat besar.

"Selama ini, wisatawan nusantara setiap tahunnya menghabiskan hampir 11 miliar dolar AS lebih untuk berwisata kesehatan di luar negeri. Wisata kesehatan serta wisata kebugaran dan herbal ini akan kita kembangkan karena kita mempunyai pangsa pasar yang sangat besar," Ungkap Sandiaga seperti dikutip pada laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam rangka mencoba kesiapan pengembangan wisata kesehatan di Indonesia, beberapa waktu yang lalu Menparekraf menjalani general medical check up di Rumah Sakit Siloam Lippo Village, Tangerang, Banten. Menurutnya, Indonesia memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap dan memadai sebagai penunjang pengembangan potensi wisata kesehatan.

"Ini adalah pariwisata berbasis quality and sustainability dan kita tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri. Misalnya di RS Eka Hospital, untuk perawatan tulang belakang/spine, sudah menggunakan alat kedokteran buatan Jerman yang merupakan satu-satunya di Asia Tenggara," ujar Sandiaga.

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga juga menyampaikan mengenai pengimplementasian aplikasi PeduliLindungi di semua sektor usaha parekraf.

"Aplikasi PeduliLindungi akan diperluas penggunaannya dari yang sebelumnya hanya di mal, diperluas ke hotel, restoran, dan cafe. Piloting akan dilakukan di empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya," ujar Sandiaga.

Rencananya, penggunaan Aplikasi PeduliLindungi akan menggunakan filtering 4 kondisi user yaitu hijau, kuning, merah, dan hitam. Adapun pengunjung diperkenankan masuk ke tempat-tempat tersebut adalah pengunjung dengan kondisi hijau dan kuning.

"Selain itu bersama dengan Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, kita akan menerbitkan surat edaran bersama mengenai imbauan untuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi secara bertahap sesuai dengan koordinasi Kemenko Marves dan Kemenkes. Penggunaan aplikasi, termasuk untuk MICE di hotel-hotel juga akan dipertimbangkan," tutur Sandiaga.
Share :