“Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Pelaku Ekonomi Kreatif di masa Pandemi Covid-19” melalui Pengembangan SDM Fesyen / Tata Busana 2021

“Meningkatkan Kualitas dan Daya Saing Pelaku Ekonomi Kreatif di masa Pandemi Covid-19” melalui Pengembangan SDM Fesyen / Tata Busana 2021
Dalam rangka mengembangkan Sumber Daya Manusia pariwisata Provinsi Banten, Dinas Pariwisata Provinsi Banten menyelenggarakan Pengembangan SDM Fesyen / Tata Busana 2021 dengan tujuan meningkatkan kualitas dan daya saing pelaku ekonomi kreatif.

Dengan penerapan Protokol Kesehatan di masa Pandemi Covid-19 ini, hadir sebagai peserta sebanyak 50 (lima puluh) orang yang terdiri dari para pelaku Ekonomi Kreatif se Provinsi Banten.


Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Drs. M. Agus Setiawan A.W., M.Si pada Selasa, 21 September 2021 di Ruang Rapat Dinas Pariwisata Provinsi Banten.  Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Ir. H. Gembong R. Sumedi, MM, KADIN Provinsi Banten Ketua Komite Tetap Koperasi Pemberdayaan Perempuan Dr.Liza Mumtazah Damarwulan, SE, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten, Ketua Banten Fashion Community Lia Amalia sebagai narasumber dan Kasi Pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata Rohaendi, S. Pd sebagai moderator.


Provinsi Banten terkenal dengan wisata alam, religi dan gastronominya, Semua harus ditunjang dengan aneka sarana prasarana yang memadai berupa pilihan akomodasi baik homestay, wisma, losmen, maupun hotel berbintang serta sentra belanja berupa oleh-oleh cinderamata/kriya dan kuliner dan sentra usaha produk garment/fashion khas lokal yang mampu memberikan daya tarik bagi para wisatawan baik Nusantara maupun Mancanegara.


Fashion juga merupakan salah satu produk unggulan penunjang amenitas kepariwisataan yang juga merupakan representasi dari ciri khas lokal masing-masing daerah.  Produk Fashion/Garment juga harus inovatif dan kreatif seperti misalnya : memiliki berbagai corak, warna, bentuk dan kemasan yang menarik sehingga memiliki nilai jual yang mampu menarik perhatian para wisatawan. Pembinaan yang berkesinambungan dan sinergis antara Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat harus ditingkatkan bagi para pelaku usaha Fashion, karena mereka bagian dari sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan ekonomi kreatif di Banten.  Perlunya regulasi yang jelas untuk mengatur pengembangan dan pembinaan lebih lanjut bagi para pelaku usaha Fashion yang menggantungkan hidupnya dari hasil kunjungan wisatawan di destinasi wisata.  Serta juga diperlukan pembinaan yang berkesinambungan bagi para pemula/start-up dibidang usaha Fashion ini.  Promosi dan pemasaran produk-produk hasil home industri/industri rumahan juga harus bersifat inovatif dan kreatif sehingga dapat dikenal luas masyarakat, baik dapat berupa offline maupun online.  Harga yang tidak terlalu mahal dan kemasan/packing yang menarik sehingga memiliki daya saing dan keunggulan dibandingkan dengan produk sejenis dari daerah lain.


Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas SDM Ekonomi Kreatif guna mendukung peningkatan kualitas mutu dan layanan kepariwisataan di Provinsi Banten, meningkatkan kompetensi, keterampilan/skill dan wawasan para pelaku usaha Fesyen sehingga dapat meningkatkann perekonomian masyarakat Provinsi Banten seperti yang diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Drs. M. Agus Setiawan A.W., M.Si.


“Kalau kita memakai fesyen yang dihasilkan oleh masyarakat kita, itu akan meningkatkan perekonomian masyarakat Provinsi Banten”. Katanya.


Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Ir. H. Gembong R. Sumedi, MM mengungkapkan fesyen dapat memaksimalkan inovasi teknologi.

“Saat ini ketika berbicara fesyen kita harus menggunakan teknologi yang memudahkan dalam mendesain dan memproduksi fesyen tersebut.” ungkapnya.
Share :