Majelis Dzikir Dan Diskusi Kemitraan Pariwisata

Majelis Dzikir Dan Diskusi Kemitraan Pariwisata

Dinas Pariwisata Provinsi Banten melalui Bidang Pengembangan SDM Pariwisata & Ekinomi Kreatif melaksanakan kegiatan Majelis Dzikir dan Diskusi Kemitraan Pariwisata. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Bapak H. Al Hamidi, S.Sos, M.Si dengan narasumber Dodid Prastowo, SH dari Direktorat Pengamanan Objek Vital POLDA Banten, Widi Widiasmanto dari PHRI Kabupaten Pandeglang dan Ade Ervin ketua Balawista Banten.

Sinergi pemerintah daerah, Swasta dan masyarakat dalam mewujudkan pelaksanaan kepemerintahan yang baik (good governance) dewasa ini menjadi salah satu agenda menuju reformasi birokrasi dan administrasi publik. Pemerintah akan menghadapi masyarakat yang semakin cerdas dan masyarakat yang banyak menuntut akan pelayan publik yang lebih baik. Didalam masyarakat yang heterogen, peran pemerintah akan semakin menyempit serta tidak lagi mendominasi dan monopoli tetapi lebih kepada memberdayakan (empowering) peran serta masyarakat terutama dalam menggerakkan sektor-sektor ekonomi makro dan mikro. Peranan pemerintah daerah sebagai regulator, stabilisator dan fasilitator juga sangat diperlukan sebagai penguasa wilayah untuk menjembatani dan menyeimbangkan antara keinginan pelaku bisnis dan kepentingan masyarakat agar tidak menimbulkan distorsi dan stagnasi.


Industri pariwisata sebagai salah satu mata rantai perekonomian dalam pengelolaannya tidak akan terlepas dari ketiga aktor tersebut, namun dalam menjalankan perannya tidak akan terlepas dari kondisi sosial budaya didaerah. Kegiatan ini bertujuan membuat kerjasama pola kemitraan antara pemda, swasta dan masyarakat di Kabupaten Pandeglang dalam mengembangkan industri pariwisata dan untuk memahami peran dari masing-masing pelaku serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pola kemitraan.

Peserta terdiri dari para pelaku bisnis pariwisata dan masyarakat yang peduli wisata diharapkan dari hasil kegiatan ini dapat terjalin kerjasama kemitraan antara pemerintah daerah dan swasta serta masyarakat, namun permasalahan yang ada dalam pengembangan industri pariwisata tetap ada sehingga sepenuhnya belum berjalan efektif, kontribusi penerimaan Pendapatan Asli Daerah hanya berasal dari pajak perhotelan dan restoran, sedangkan kontribusi sektor pariwisata khususnya obyek dan daya tarik wisata belum mencapai hasil yang optimal.


Koordinasi yang lemah antara Pariwisata dengan instansi lain dalam kerjasama lintas sektoral belum berjalan harmonis, penerapan strategi belum tepat sasaran, sehingga kurang optimal. Sumber daya manusia untuk promosi pariwisata masih lemah, kesiapan produk dan peluang pasar belum terorganisir dengan baik. Kerjasama kemitraan dalam pengembangan industri pariwisata masih dilakukan dengan sistem parcial. Sehingga kerjasama pola kemitraan tersebut secara langsung belum memberikan dampak yang positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat.

Diharapkan Pola Kemitraan yang berkelanjutan ini dapat terbentuk antara pihak terkait, sehingga tercipta kesamaan visi dan misi dalam mencapai tujuan untuk pengembangan industri pariwisata dan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di Provinsi Banten.


(ris/sdm)


Share :