Sinergitas Dan Peningkatan Kapasitas Mitra Pariwisata

Sinergitas Dan Peningkatan Kapasitas Mitra Pariwisata

Dinas Pariwisata Provinsi Banten melalui Bidang Pengembangan SDM Pariwisata & Ekonomi Kreatif melaksanakan kegiatan Sinergitas dan Peningkatan Kapasitas Mitra Pariwisata di Desa Wisata Pancer.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Bapak H. ALHAMIDI, S.Sos, M.Si dengan para Narasumber yaitu dari Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Banten Kompol Dodid Prastowo, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Banten Sudirman, S.Pd, M.Pd, Ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kiamuk Mandalika.



Banten telah menjadikan pariwisata sebagai leading sektor perekonomian yang telah mendorong banyak daerah yang berlomba-lomba mengembangkan potensi wisatanya, termasuk Kota Serang - Banten dengan meluncurkan Kampung Wisata Pancer. Kampung Pancer sangat erat hubungannya dengan sejarah kawasan Pelabuhan Karangantu yang merupakan pelabuhan internasional pada masa zaman Kerajaan Banten. Pengembangan pariwisata harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan dengan upaya-upaya peningkatan kualitas SDM yang berkualitas sehingga Pariwisata tidak saja memberi manfaat di masa sekarang tapi juga di masa yang akan datang agar dapat berkelanjutan dan lestari, untuk pengembangan pariwisata yang berkelanjutan harus selalu melibatkan masyarakat lokal dan mampu memberikan manfaat kepada masyarakat setempat dengan tidak merusak nilai-nilai sosial budaya yang ada pada masyarakat tersebut. Untuk itu diperlukan strategi yang disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing. Salah satu strateginya yaitu pemberdayaan masyarakat (Community Based Tourism) Upaya mempersiapkan masyarakat dan wisatawan atau pengunjung agar dapat berinteraksi secara spontan dengan memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang wawasan lingkungan dan kebudayaan setempat perlu terus dilakukan. Karena sejatinya pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat berawal dari strategi pengembangan dan partisipasi masyarakat local yang menjadikan pariwisata sebagai alat untuk mengkontrol pertumbuhan pariwisata yang dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat serta memiliki karakter pemberdayaan.


Kampung Wisata Pancer berdiri pada tahun 2018. Kampung Pancer adalah sebuah kampung yang berada persis di daerah Pelabuhan Karangantu. Menurut catatan sejarah, pada awal abad ke-15 kampung tersebut dahulunya adalah sebuah bandar pelabuhan yang memiliki peranan penting dalam lalulintas perdagangan internasional. Kala itu, Banten dijadikan tempat transit bagi jalur perdagangan antar negara. Pelabuhan Karangantu dahulunya adalah pelabuhan besar tertua di Pulau Jawa yang digunakan sebagai pintu gerbang perdagangan internasional untuk wilayah Nusantara (Indonesia). Dari pelabuhan yang berada di pesisir utara Banten inilah oleh para saudagar dan pedagang-pedagang besar dikala itu yang berlayar memasuki wilayah Nusantara Karangantu dijadikan sebagai pintu keluar masuk.


Kekuatan sejarah yang dimiliki Pelabuhan Karangantu adalah sebuah asset bagi masyarakat setempat. Keinginan yang kuat dari masyarakat yang tergabung dalam sebuah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kiamuk untuk memahsyurkan kembali dan merubah Kawasan Pelabuhan Karangantu yang tadinya kumuh menjadi kawasan wisata didukung pemerintah Kota Serang dan Provinsi Banten.


Kampung Wisata Pancer kemudian berubah dalam waktu yang relative singkat menjadi destinasi wisata bahari populer dan menjadi unggulan di Kota Serang. Karena letaknya yang strategis, kini pemerintah Kota Serang telah menetapkan Pelabuhan Karangantu dan Kampung Pancer sebagai ‘destinasi pariwisata baharinya Kota Serang”. Dari pelabuhan ini wisatawan juga dapat mengunjungi pulau-pulau yang berada tidak jauh dari daratan seperti Pulau Burung, Pulau Lima dan Pulau Tunda. Hal ini tentu saja memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar Pelabuhan Karangantu dan Kampung Wisata Pancer. Keterlibatan masyarakat dalam upaya pengelolaan Kampung Wisata Pancer melalui Pokdarwis Kiamuk inilah yang pemerintah harapkan.


Sinergitas dan peningkatan kapasitas mitra pariwisata dalam bentuk penyampaian materi oleh narasumber yang berkaitan dengan Kepariwisataan di Provinsi Banten. Adapun materi yang akan disampaikan diantaranya kebijakan Pemerintah Provinsi Banten dalam sektor pariwisata, Pemberdayaan Masyarakat Di Sektor Pariwisata, Sinergitas Kampung Wisata Pancer Dan Pelabuhan Perikanan Karangantu, Program Sinergitas dari Ditpamovit Polda Banten. Adapun jumlah peserta Pembinaan dan peningkatan kapasitas mitra pariwisata ini berjumlah 50 orang, dari unsur Pemerintah desa, Tokoh Masyarakat, Pokdarwis, Pamovit Polda Banten dan Masyarakat sekitar.

 

Dengan diadakannya Sinergitas dan Peningkatan Kapasitas Mitra Pariwisata di Desa Wisata Pancer ini diharapkan Adanya Regulasi bersama antara Pokdarwis dan pengelola pelabuhan dalam pengelolaan objek wisata pancer dan pantai gope, Adanya sarana pengelolaan sampah akhir di Kampung Pancer untuk mengatasi Isu kebersihan dan sampah plastik pengunjung, Adanya atraksi kesenian seperti tari-tarian dan pertunjukan seni budaya yang dikemas dalam bentuk paket wisata edukasi yang ditawarkan kepada wisatawan, Adanya Pendanaan dari pihak pemerintah maupun swasta dalam pengembangan Kampung Wisata Pancer.

(ris/sdm)
Share :