Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata (Desa Sukarame Kabupaten Pandeglang)

Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata (Desa Sukarame Kabupaten Pandeglang)

Dinas Pariwisata Provinsi Banten melalui Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata yang diselenggarakan pada tanggal 21 Juli 2022, di Desa Sukarame Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang keenam yang sebelumnya sudah dilaksanakan dilokasi yang berbeda. Untuk pelaksanaan yang pertama dilaksanakan di Desa Cibareno Kabupaten Lebak, yang kedua di Desa Tambang ayam Kabupaten Serang, yang ketiga di Desa Citorek Kabupaten Lebak, yang keempat di Telaga Biru Kampung Cigaru Desa Cisoka Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang dan yang kelima di Pantai Ciantir, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Bapak H. AL HAMIDI,S.Sos, M.Si dan dipandu oleh moderator Kepala Seksi Bidang Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata yaitu Dra. Tri Sukesi, M.Si dengan Narasumber yaitu Bapak Lili Suheli dari Ketua Pokdarwis Provinsi Banten dan Bapak Erfin sebagai Penggerak kelompok sadar wisata. untuk Peserta yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari unsur MUSPIKA kecamatan Carita, Pemerintah Desa Sukarame kecamatan Carita, Bumdes desa Sukarame kecamatan Carita, Pokdarwis desa Sukarame kecamatan Carita, Pelaku UMKM desa Sukarame kecamatan Carita, Tokoh Masyarakat desa Sukarame kecamatan Carita, Tokoh Agama desa Sukarame kecamatan Carita.


Indonesia memiliki keanekaragaman Wisata dan Budaya. Keanekaragaman wisata yang begitu indah merupakan ciri khas yang dimiliki masing masing daerah. Paradigma Pariwisata Kerakyatan dalam berbagai bentuknya telah menjadi paradigma alternatif untuk dapat memberi pemerataan kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat menuju pariwisata yang berkelanjutan. Pembangunan pariwisata pedesaan diharapkan menjadi suatu model pembangunan pariwisata berkelanjutan sesuai dengan kebijakan pemerintah di bidang pariwisata. Pembangunan berkelanjutan diformulasikan sebagai pembangunan yang berusaha memenuhi kebutuhan hari ini tanpa mengurangi kemampuan generasi yang akan datang dalam memenuhi kebutuhan mereka. Pembangunan dan pengembangan pariwisata yang telah dilakukan hendaknya mampu berkelanjutan dan dipertahankan di masa depan. Keberlanjutan pariwisata tidak mesti di wacanakan saja tanpa adanya suatu komitmen dari berbagai pihak untuk mempertahankan keberlanjutan alam, sosial ekonomi maupun budaya masyarakat sebagai modal dasar pariwisata.

Desa Wisata merupakan desa yang memiliki potensi keunikan dan daya Tarik wisata yang khas, baik berupa karakter fisik lingkungan alam pedesaan maupun kehidupan sosial budaya kemasyarakatan yang dikelola dan dikemas secara menarik dan alami dengan pengembangan fasilitas pendukung wisatanya, dalam suatu tata lingkungan yang harmonis dan pengelolaan yang baik dan terencana sehingga siap untuk menerima dan menggerakkan kunjungan wisatawan ke desa tersebut, serta mampu menggerakkan aktifitas ekonomi pariwisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Prinsip pengembangan desa wisata adalah sebagai salah satu produk wisata alternatif yang dapat memberikan dorongan bagi pembangunan pedesaan yang berkelanjutan serta memiliki prinsip-prinsip pengelolaan antara lain:

a.        Memanfaatkan sarana dan prasarana masyarakat setempat.

b.        Menguntungkan masyarakat setempat.

c.        Berskala kecil untuk memudahkan terjalinnya hubungan timbal balik dengan masyarakat setempat.

d.        Melibatkan masyarakat setempat.

e.        Menerapkan pengembangan produk wisata pedesaan.


Pariwisata di Desa Sukarame tak lepas dari peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dibentuk untuk mengembangkan pariwisata. Hal ini dilakukan karena kegiatan pariwisata secara langsung menyentuh dan melibatkan masyarakat sehingga diharapkan akan membawa dampak positif terhadap masyarakat. Desa Sukarame Kecamatan Carita merupakan salah satu desa di Kabupaten Pandeglang yang memiliki potensi alam dan budaya yang besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata.

Bentuk program kegiatan pemberdayaan masyarakat destinasi pariwisata dalam pendampingan penguatan potensi ekonomi lokal berupa sosialisasi yang dilakukan di lokasi destinasi, dalam acara ini dilakukan di area terbuka dengan tujuan untuk membangun kesadaran masyarakat serta menggerakkan potensi destinasi yang ada dan nantinya dapat dikelola serta dikembangkan dengan baik, Sehingga mampu mendorong partisipasi dan dukungan masyarakat dalam mewujudkan iklim yang baik bagi tumbuh kembangnya kegiatan kepariwisataan di Provinsi Banten sehingga masyarakat ikut menikmati manfaatnya.

Pada kesempatan ini, tema yang diangkat adalah “Banten Sehat, Pariwisata Mengeliat, Ekonomi Kuat”. dan materi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten terkait kebijakan pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Provinsi antara lain Pembangunan berbagai objek Destinasi wisata di 8 Kab/Kota, Pengembangan Kapasitas SDM Pariwisata, Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata, Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) Pariwisata dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Pariwisata. Selain hal tersebut juga disampaikan tentang Pembangunan Destinasi Pariwisata yang telah dilakukan pembuatan gazebo di Lembur Manggrove dan dermaga wisata desa Citeureup kecamatan Panimbang dan untuk tahun anggaran 2022 Dinas Pariwisata Provinsi Banten melalui Bidang Pengembangan Destinasi sedang melakukan pembangunan menara pandang dan jalur pedestrian di desa Sawarna Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak. Serta peningkatan kompetensi SDM pariwisata diantara lain Sertifikasi Badan penyelamat Wisata Tirta (BALAWISTA), Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi Pemandu Wisata HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia), Tour Guide, Pemandu GOA, Pemandu Gunung dan Pemandu Ekowisata dan dilanjutkan materi dari Ketua POKDARWIS Provinsi Banten yang dimana beliau menyampaikan Peningkatan Ekonomi masyarakat melalui pengelolaan Homestay di Lokasi Destinasi Wisata.

Diharapkan dari kegiatan ini masyarakat bersama-sama mewujudkan potensi ekonomi lokal karena sejalan dengan semangat dari pemerintah pusat melalui tagline Sapta Pesona yaitu kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau wilayah di negara kita dan untuk mewujudkan masyarakat Provinsi Banten menjadi lebih sehat, pariwisata menggeliat, dan ekonomi masyarakat semakin kuat.

(riz/destinasi)

Share :