GenWI Dorong Promosi Wisata Indonesia di Tiongkok

BY

 

Generasi Wonderful Indonesia (GenWI), diluncurkan di Bali Bistro, Shanghai, Sabtu (7/10). Komunitas anak-anak muda yang dimotori anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Tiongkok Timur ini bakal menghidupkan media sosial dari Negeri Tirai Bambu itu.

Sedikitnya 70 mahasiswa dari berbagai penjuru Tiongkok Timur berkumpul. Mereka memproklamirkan diri sebagai anggota GenWI. Sebuah komunitas yang aktif di media sosial (medsos), dan siap mempromosikan pariwisata Indonesia dari tempat mereka tinggal.

Kebetulan Medsos di Tiongkok berbeda platform dengan yang ada di Tanah Air dan di banyak negara. Di Tiongkok, yang bisa diakses adalah Weibo, WeChat, Youku, dan lainnya. Semua berbahasa Mandarin dan anggotanya berasal dari seluruh wilayah di Tiongkok. Facebook, Twitter, Youtube, dan Instagram, termasuk Google yang lazim digunakan di Tanah Air dan di seluruh dunia, tidak bisa diakses di Tiongkok.

Hadir pada peluncuran GenWI Tiongkok antara lain Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, Staf Khusus Menpar Bidang Komunikasi Publik Don Kardono, Konsul Jenderal RI di Shanghai Siti Mauludiah, dan Asisten Deputi Asia Pasifik Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara Kempar Vinsensius Jemadu.

Dalam peluncuran GenWI itu terpilih sebagai ketua adalah, Reynaldo Aprillio, yang juga Ketua PPI Tiongkok. “Kami bangga, kami senang, bisa ikut mempromosikan Wonderful Indonesia dari Negeri Tiongkok, yang saat ini jumlah wismannya paling tinggi,” kata Reynaldo yang asli Bangka Belitung itu.

Ukus Kuswara menjelaskan, GenWI Tiongkok adalah komunitas GenWI perdana yang sudah terbentuk, setelah pertemuan PPI dunia di Warwich, London lalu. “Karena Tiongkok dinilai strategis, pasar utama, dan saat ini sudah menjadi negara asal turis terbesar di Tanah Air, mengalahkan Singapura, Malaysia, Australia, dan Jepang,” ungkapnya.

Dia mengatakan, seiring dengan era medsos saat ini, muncul istilah jemarimu pesonamu. “Jadikan momentum ini sebagai cara untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, yang sudah menjadi leading sector dan core economy bangsa,” tuturnya.

Hal ini sejalan dengan prinsip Menpar Arief Yahya selalu menerapkan prinsip, utamakan yang utama. Menpar selalu menitikberatkan pendekatan dari sisi konsumen. “Selain pasar Tiongkok yang besar, 75% anak muda search and share dengan cara digital. GenWI bergerak secara online melalui media sosial, sesuai dengan masa depan konsumen yang semakin digital minded,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Sementara itu, Stafsus Bidang Komunikasi Don Kardono memaparkan pentingnya GenWI. “Pertama, networking. Kedua, mempromosikan potensi pariwisata, seperti destinasi wisata, calendar of events dan kebijakan kepariwisata yang terbaru,” kata Don Kardono.

Ketiga, lanjut Don, memastikan generasi muda dengan bermain medsos secara benar dan produktif. “Kita punya kode etik-nya, tidak boleh menyebarkan hoax, tidak boleh berpolitik, tidak boleh SARA,” ujarnya.

Konjen RI di Shanghai Siti Mauludiah merasa terbantu oleh kehadiran GenWI Tiongkok. Selama ini anak-anak pelajar dan mahasiswa itu sudah melakukan promosi sendiri-sendiri, dengan skala lokal, di kampus sendiri-sendiri. “Hadirnya GenWI akan lebih besar gerakannya, lebih kuat impact-nya, dan didukung oleh Kemenpar maupun KJRI Shanghai,” jelasnya.[]

 

Sumber: http://www.beritasatu.com/

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami