PAD dari Sektor Pariwisata di Banten Capai Rp1 Triliun

BY

Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten/ kota di Provisni Banten dari sektor pariwisata selama hampir tahun 2017, mencapai Rp1 triliun atau meningkat hampir 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut  berasal dari sektor pariwisata kuliner yang didominasi di wilayah Tangerang.

Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Harian Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Banten, Ashok Kumar setelah audiensi dengan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang, Senin (20/11/2017)

“Ini kita baru main dari kuliner saja loh. Ke depan, kalau jalan ke selatan sudah bagus di mana destinasi wisata alamnya bisa tereksplor, bisa kita bayangkan berapa PAD yang bisa disumbangkan,” kata Ashok.

Ia mengatakan, ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai, merupakan factor utama dalam menyelenggarakan pelayanan pariwisata yang baik, sebab menurutnya, jalan yang bagus akan memangkas jarak tempuh dan biaya perjalanan para wisatawan dalam memilih destinasi wisata.

“Oleh sebab itu, kami sangat gembira mendengar pemprov yang all out dengan infrastruktur jalan dalam 3 tahun ke depan ini, tapi masih banyak juga destinasi wisata di Banten yang pada akhirnya nyaris tak tersentuh karena kendala jalan ini” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy mengatakan, jika mindset atau cara pandang pelaku pariwisata dan semua stakeholder pariwisata termasuk pemerintah dalam memandang pariwisata memang harus mengikuti perkembangan zaman.

“Kita cermati kan sekarang bagaimana misalnya wisata itu sudah menjadi kebutuhan kaum milenial yang mungkin sebelumnya tidak dibidik, karena selama ini kita membidik kalangan yang lebih mampu. Faktanya sekarang kaum milenial dengan backpacker, misalnya yang memenuhi tempat-tempat wisatwan hampir sepanjang tahun. Nah bagaimana ini melayani mereka, kan tentu caranya berbeda dari sebelumnya,” kata Andika.

Selain itu, Andika juga berpesan kepada PHRI Banten, untuk selalu melibatkan warga sekitar destinasi wisata dalam menggarap pariwisata, sebab menurutnya, keterlibatan warga sekitar, diyakini akan menimbulkan multiflier effect yang bagus.

“Kalau warga diberdayakan dan mereka merasakan manfaat dari keberadaan destinasi wisata tersebut, niscaya iklimnya akan kondusif, warga sendiri yang akan menjaganya tanpa harus diminta-minta oleh pengusaha pariwisata,” pungkasnya. []

 

Sumber: https://newsmedia.co.id

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami