Kemenpar Dorong Peningkatan Kapasitas Usaha Pariwisata Cikadu

BY

Kementerian Pariwisata (Kemenpar)  tengah mendorong peningkatan kapasitas usaha pariwisata untuk para pelaku usaha pariwisata Cikadu, Kabupaten Pandeglang yang bergerak dibidang industri kreatif, homestay, pokdarwis dan kuliner.

Upaya tersebut merupakan bagian dari pengembangan destinasi pariwisata melalui peningkatan SDM kepariwisataan. Hal tersebut dikatakan Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenpar RI Ujang Sobari pada kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Destinasi Pariwisata di Mutiara Carita Cottage, Kabupaten Pandeglang, Kamis (14/12).

"Dengan digelarnya peningkatan kapasitas usaha ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pelaku usaha pariwisata terutama manfaat ekonomi dari kegiatan kepariwisataan di daerahnya," ungkapnya.

Dijelaskan Ujang, Cikadu merupakan salah satu desa yang termasuk kedalam 30 pilot project dari Kementerian Desa yang memiliki kerjasama dengan Kemenpar untuk bersama membangun masyarakat yang unggul dalam mengelola daerah terutama pemberdayaan kualitas manusia. 

"Usai kegiatan ini, bersama pemerintah daerah kita akan terus memonitoring perkembangan kampung Cikadu. Selain itu, pemberdayaan masyarakat merupakan peran penting dalam mewujudkan masyarakat sadar wisata sehingga tercipta kondisi yang baik bagi wisatawan untuk berwisata," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, daerah Cikadu yang merupakan Hinterland atau daerah dukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) memegang peranan penting untuk pengembangan destinasi pariwisata sebagai salah satu upaya menarik minat wisatawan. 

"Program yang difokuskan bagi pelaku usaha pariwisata ini menjadi prioritas pemerintah pusat dalam membangun destinasi yang melihat pada indikator 3A diantaranya bagaimana potensi atraksi, kesiapan akses serta kekuatan amenitasnya," jelasnya. 

Menurutnya, kampung wisata Cikadu memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan secara maksimal terlebih kampung cikadu sudah memiliki brand melalui Batik Cikadu. Kegiatan pariwisata yang berbasis masyarakat tersebut melibatkan masyarakat lokal dalam membuat strategi pada perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program pariwisata. 

"Program dari Kementrian Pariwisata ini merupakan wujud dukungan pada Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Kabupaten Pandeglang dalam menciptakan daya tarik dari desa wisata melalui peran pokdarwis, pengelola homestay serta industri kreatif lainnya termasuk kuliner khas," terang Eneng.

Managing Tender Indonesia Tito Loho mengungkapkan, pengelolaan pariwisata dari sisi pelayanan, kualitas dan kemapuan SDM senantiasa memiliki standarisasi agar memiliki bahan promosi yang akan mendukung dan memilikk nilai jual tinggi. 

"Untuk meraih peluang bisnis, pelaku usaha harus memiliki visi, sinergi, pengetahuan potensi destinasi, fokus dan kreatif dalam menjalankan bisnisnya. Homestay dan industri kreatif pariwisata sangat memiliki peluang bisnis yang besar," katanya. 

Disamping itu, Dosen Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid sekaligus Expert ASEAN Skill Competitions Budi Setiawan menjelaskan, pelaku usaha yang merupakan penyedia jasa wajib memiliki strategi pengembangan usaha melalui berbagai identifikasi usaha pariwisata yang sesuai dengan karakteristik destinasi. 

"Harus memiliki product style pariwisata yang baik seperti daya tarik obyek wisata yang unik, didukung dengan kondisi prasarana yang terpelihara dan ketersediaan fasilitas yang memadai," katanya. 

Ia menambahkan, kerjasama usaha antar Usaha Kecil dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar harus disertai dengan pembinaan dan pengembangan. 

"Untuk mengembangkan usaha setidaknya harus memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat dan saling menguntungkan," ujarnya. 

Kepala Seksi (Kasi) Standardisasi Industri Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provinsi Banten Tunul Lisniatin mengatakan, ada tiga aspek yang secepatnya harus diantisipasi atau direspon oleh masyarakat Desa Cikadu untuk mendukung program, yakni  aspek sosial  budaya, ekonomi, dan aspek lingkungan. Pembangunan infrastruktur yang sedang dilakukan oleh pemerintah, hendaknya dibarengi dengan penataan dan pengelolaan lingkungan.

“Masyarakat Desa Cikadu harus sadar, peduli turut berpartisipasi menjaga lingkungannya dengan Sapta Pesona (aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan). Misalnya pengelolaan sampah, penghijauan, sanitasi, drainase, dan kebersihan toilet,” ungkapnya. []

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami