Seba Baduy Digelar Akhir April 2018

BY

Ribuan warga Baduy akan menggelar perayaan Seba Baduy 2018 pada 28 April mendatang. Perayaan Sebab Baduy akan dimeriahkan dengan Festival Indonesia Festival Exciting Banten on Seba Baduy beberapa hari sebelum ritual adat tersebut dimulai. 

"Ada rangkaian kegiatan yang akan kita siapkan untuk meramaikan perayaan Seba Baduy 2018, salah satunya digelarnya festival Seba Baduy. Kita akan gelar pameran fashion, ekonomi kreatif yang dalam hal ini kita berencana akan menampilkan kerajinan tenun dari Baduy," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati usai rapat koordinasi bersama stakeholder terkait persiapan Seba Baduy. 

Sejumlah persiapan dilakukan untuk menyambut warga Suku Baduy. Beragam pertunjukan budaya akan ikut disuguhkan. Mulai dari tari-tarian, marching band, wayang golek dan layar tancap dihadirkan. Hiburan super meriah akan mewarnai perhelatan tersebut.

"Sampai saat ini persiapan masih kami matangkan. Kami ingin tampilkan yang terbaik. Kami ingin wisatawan lebih terhibur. Sehingga budaya Banten yang kaya dapat lebih dikenal wisatawan," kata Eneng menambahkan.

Eneng mengajak wisatawan untuk datang ke Kota Serang. Wisatawan diajak menjadi saksi kehikmatan, kesakralan serta keindahan Seba Baduy. Sehingga nantinya wisatawan memahami kearifan lokal budaya masyarakat Baduy.

"Yang pasti banyak keseruan dengan menyaksikan langsung tradisi Seba. Selain terhibur, wisatawan akan melihat gambaran keteguhan dan kesederhanaan dari sikap dan penampilan masyarakat adat Baduy," kata Eneng melanjutkan. '

Agar gaung Seba Baduy sudah terdengar dari jauh-jauh hari, pihaknya akan terus melakukan promosi dengan menggandeng komunitas pecinta wisata seperti generasi pesona Indonesia (GenPi) Banten. "Kita harus mulai 'koar-koar dari sekarang. Anak-anak muda Banten (GenPi) kita rangkul untuk membantu promosi melalui media sosial," katanya.

Seperti diketahui, Seba Baduy merupakan Upacara adat Seba digelar setelah Urang Kanekes melaksanakan Puasa Kawalu selama tiga bulan dan musim panen tiba. Selama tiga bulan itulah masyarakat luar dilarang memasuki wilayah Baduy Dalam, yakni Cibeo, Cikeusik, dan Cikartawana.

Urang Kanekes hingga saat ini tetap kokoh mempertahankan adat dan menjaga alam. Setidaknya tercermin dalam melalui pepatah mereka: "Lojor teu meunang dipotong, pendek teu meunang disambung" (Panjang tidak boleh dipotong, pendek tidak boleh disambung).[]

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami