Rangkum Data Wisata Lewat Simparda

BY

Kebutuhan akan informasi pariwisata saat ini semakin tinggi baik dari sisi obyek dan daya tarik wisata, data perhotelan, transportasi maupun aksesibilitas. Untuk memenuhi kebutuhan wisatawan akan informasi yang berbasis data tersebut, pemerintah sudah menyiapkan Sistem Informasi Manajemen Pariwisata Daerah (Simparda) yang merangkum segala data informasi terkait destinasi wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Banten Wadiyo menerangkan, selain untuk memberikan informasi kepada wisatawan yang akan berkunjung, disisi lain Simparda akan merangkum data jumlah kunjungan wisatawan baik wisnus maupun wisman.  

"Melalui Simparda yang berbasis IT data informasi di bidang pariwisata akan terstruktur dan dapat diakses dengan mudah. Ini juga akan mengembangkan sebuah destinasi wisata karena dengan pengumpulan data Simparda akan menjadi acuan untuk meningkatkan kebutuhan destinasi pariwisata seperti amenitas," katanya saat menghadiri Kegiatan Rapat Sistem Informasi Pariwisata Manajemen Daerah (Simparda) Provinsi Banten di Kampoeng Nelayan, Cipanon, Kabupaten Pandeglang, Rabu (14/3).

Dijelaskan Wadiyo, wisatawan akan mendapatkan informasi yang lengkap dan akurat dengan melibatkan tim pendata di setiap kabupaten/kota di Banten serta pihak pengelola industri pariwisata yang akan diinput ke sistem Simparda dan selanjutnya pemerinta dalam hal ini yakni Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan daerah akan berkoordinasi untuk mengambil keputusan dan penentu kebijakan di bidang pariwisata.

"Kita bisa mendeteksi melalui pengumpulan data disetiap destinasi wisata daerah yang akan menjadi gambaran yang jelas bagaimana pergerakan wisatawan sehingga  manajemen destinasi wisata dan kebijakan pemerintah dapat disesuaikan dengan potensi yang ada. Sedangkan dari sisi programnya sendiri, Simparda bisa diinput oleh operator setiap satu bulan sekali,” ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang Salman menjelaskan, keterbatasan SDM yang masih minim sehingga pengelolaan Simparda belum maksimal untuk daerah Pandeglang. Namun dari pihak pemerintah daerah dan pusat akan terus berkomitmen untuk meningkatkan mutu SDM yang kedepannya akan menjadi tolak ukur bagi perkembangan wisata di Pandeglang.

“Ada tiga aspek yang akan dibenahi dan dikembangkan untuk SDM pengelolaan Simparda diantaranya aspek edukasi, aspek manajemen dan aspek pemasaran yang menurut kami perlu dilakukan. Selain itu, infrastruktur di Pandeglang yang kurang baik menuju tempat wisata juga menjadi perhatian pemerintah secara bertahap,” katanya.

Dikatakan Salman, data-data yang sduah terkumpul harus diperhatikan masalah keakuratan atau kebenaran datanya agar bisa memberikan informasi yang sesuai dengan data di sehingga pemerintah bisa menentukan berdasarkan segmen pasarnya.

“Mari kita wujudkan Simparda yang menciptakan data yang akurat dan meningkat untuk pembangunan pariwisata di Pandeglang,” jelasnya.

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta dari Dinas Pariwisata Pandeglang, Pokdarwis dan pelaku industri pariwisata Kabupaten Pandeglang tersebut langsung mempraktikan dan mengevaluasi Simparda bersama Konsultan dari Simparda Provinsi Banten. []

 

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami