Agar Tampilan Kuliner Ciamik, Dispar Banten Rangkul Pelaku Usaha Kuliner

BY

Upaya meningkatkan kemampuan dalam mengolah sekaligus mengemas jenis masakan agar lebih bagus dan menarik, sejumlah pelaku industri pariwisata dan jasa kuliner di Banten mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi SDM bidang ekonomi kreatif yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Banten. Kegiatan tersebut merupakan wadah bagi para pelaku usaha dibidang jasa kuliner untuk berekspresi dalam menyajikan produk kulinernya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Bidang SDM dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Provisni Banten  Linda Rohayati saat membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi SDM Bidang Ekonomi Kreatif Tahun 2018 di Auditorium Dinas Pariwisata Provinsi Banten, KP3B, Kota Serang (8/5).

“Kita sudah bermitra dengan Indonesian Chef Association (ICA) Banten untuk meningkatkan skill yang dimiliki oleh para pelaku usaha makanan atau kuliner di Banten. Sebanyak 50 peserta dari kabupaten/kota yang kita libatkan masing-masing sudah memiliki industri rumahan dan catering sehingga kesempatan ini bisa menjadi wadah untuk saling mengenal jenis kresi olahan produk masakan,” katanya.

Linda juga berharap, ilmu yang diberikan oleh pemateri bisa dipahami dan diaplikasikan untuk jasa usahanya agar lebih baik dan menarik lagi. Selain menghadirkan pakar dan akademisi dibidang kuliner, peserta juga diajak untuk melihat tampilan pada display yang sudah disediakan oleh panitia.

“Semoga dengan adanya display produk olahan ini bisa membuat para peserta lebih memahami tentang kemasan dan penataan masakan yang dihidangkan diatas meja agar lebih menarik,” ujarnya.

Semenatra itu, Perwakilan ICA Banten Sarianah menjelaskan, beragam jenis masakan dan minuman pada dasarnya bisa dikreasikan dengan cara apapun supaya terlihat lebih indah saat disajikan.

“Kita harus punya terobosan atau menciptakan hal baru agar tidak monoton. Semua jenis masakan dan minuman bisa kita olah dengan berbagai jenis olahan tergantung kreatifitas yang dimiliki. Dengan pertemuan ini saya harap kita bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana memberikan olahan makanan yang baik dan menarik,” jelasnya.

Akademisi Pusat Kajian Produk Halal (PKPH) Unma Banten Tuti Rostianti Maulan mengatakan, pihaknya sangat senang bisa membantu meningkatkan kapasitas dan produktifitas para pelaku usaha kuliner dengan mengenal jenis olahan makanan yang halal dan toyib. Menurutnya, keamanan pangan pada dasarnya sangat mudah namun tidak sedikit orang yang lupa akan memperhatikan keamanan pangan tersebut melalui olahan yang dibuatanya.

“Kita disini coba mengenalkan bagaimana cara mengemas dan mendisplay masakan agar bisa menjadi produk unggulan yang aman, toyib dan halal. Selain itu yang perlu diperhatikan oleh semua yang mengolah jenis masakan harus memperhatikan betul bahwa olahanya tidak tercemar olah bahan kimia dan mikrobiologi yang akan merugikan pada kesehatan si konsumen,” jelasnya.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Baguslan Harahap, aspek penting dalam menjual produk industri kreatif dan pariwisata ialah layanan yang memuaskan. Layanan dimaksud tidak hanya fasilitas pendukung produk, tetapi keperibadian pelaku usaha.

“Selain menguasai tentang produk, penampilan pelaku usaha juga harus resik, bersih, dan wangi. Ini penting diperhatikan, agar orang nyaman berinteraksi dengan kita,” katanya saat menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Ia menambahkan, sebagai sektor paling strategis dalam meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, bidang pariwisata haruslah memberikan efek yang nyata bagi peningkatan masyarakat sekitar, salah satunya melalui kuliner khas daerah.[]

 

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami