Ngabuburit Hingga Pesantren Kilat di Masjid Al-Bantani Kota Serang

BY

Di bulan suci Ramadhan, biasanya orang selalu mengunjungi tempat untuk menunggu waktu berbuka atau ngabuburit. Mulai dari sentra kuliner yang menyediakan aneka takjil dan bazaar Ramadhan, hingga tempat yang cocok untuk sekadar nongkrong. Namun, ada baiknya ngabuburit diisi dengan kegiatan yang bermanfaat, seperti di Masjid Al-Bantani, Kota Serang ini.

Masjid yang terletak di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang ini, setiap harinya selalu dipenuhi para jamaah yang hendak meunaikan sembahyang sholat lima waktu hingga tadarus. Mereka sebagian besar dari pegawai pemerintahan Provinsi Banten. Namun, banyak juga masyarakat setempat atau warga yang berasal dari daerah lain sengaja bertandang ke masjid raya terbesar di Provinsi Banten ini.

masjid yang diresmikan pada tahun 2010 silam ini menjadi magnet bagi wisatwan yang berkunjung ke Banten. Sebab, masjid yang memiliki luas 14.000 m2 ini kini menjadi ikon penting Provinsi Banten. Sebagai salah satu bagian dari pusat kegiatan umat Muslim di Banten, masjid ini tak sekada tempat ibadah, tapi juga digunakan sebagai kegiatan keagamaan, mulai dari pelatihan majlis tajlim, Pembinaan keagamaan umat (Bagi Masyarakat), Pelatihan Jurnalistik Islam Bagi Remaja Masjid, dan pesantren kilat di bulan Ramadhan.

Seperti yang diungkapkan, Imam, warga Kota Serang yang sengaja datang ke masjid Al Bantani untuk ngabuburit. Sembari menunggu waktu berbuka, Imam mengaku dirinya memotret beberapa momen di kawasan masjid. “Niatnya sih cuma numpang berbuka di dalam masjid, ternyata ada pesantren kilat, disuruh gabung dan dapat takjil gratis, Alhamdulillah,” kata Imam. 


Kegiatan tadarus, pesantren kilat, hingga I’tikaf di masjid Al Bantani merupakan agenda rutin yang diselenggerakan tiap tahunnya oleh pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid Raya Al-Bantani. Jadi, bagi Anda yang ingin berkunjung ke Masjid Al Bantani di bulan Ramadhan adalah momen yang tepat. 
Fasilitas Masjid

Di Masjid yang mampu menampung 10.000 jamaah ini memiliki fasilitas yang cukup memadai. Di lantai dasar (basement) akan dijadikan sebagai pusat kajian Islam yang terdiri dari 2 gedung serbaguna, 1 auditorium, dan 1 perpustakaan, sekretariat masjid, tempat wudhu dan ruangan untuk keperluan lain.

Sementara 4 menara setinggi 46 meter juga dibangun sebagai simbol masjid serta keperluan untuk melihat pemandangan serta difungsikan untuk utility dan sarana air bersih. Untuk kebutuhan selain menggunakan PDAM, juga disiapkan 2 sumur artesis dan cadangan air dari kolam penampungan atau waduk KP3B.

Fasilitas lain juga disiapkan dalam rangka aksebilitas penyandang cacat, semisal di beberapa bagian lantai bangunan dan pintu masuk dibuat dengan ciri-ciri khusus dan sengaja didesain agar diketahui dan bisa didigunakan dengan mudah oleh para tunanetra dan penyandang cacat lainnya.[] 

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami