Kenalkan Sustainable Tourism, Kemenpar Gelar Kompetisi Foto

BY

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) saat ini sedang gencar untuk terus memperkenalkan sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan. Kali ini melalui Sustainable Tourism Photo Competition (ISTPC).

"Kompetisi tersebut ditujukan untuk umum perorangan. Kompetisi digunakan sebagai alat untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, serta untuk mengenalkan dan memberi pemahaman lebih lanjut mengenai pariwisata berkelanjutan di Indonesia," ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (12/09/2018).

Dikatakan Arief, kompetisi ini bukan hanya untuk mensosialisasikan pariwisata berkelanjutan. Tetapi juga Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 Tahun 2016, yaitu mengenai 'Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan'. Bertemakan 'Kearifan Lokal untuk Pariwisata Berkelanjutan' atau 'Local Wisdom for Indonesia Sustainable Tourism', kompetisi ini akan dilaksanakan pada 17 September - 28 Oktober 2018.

Untuk pemenangnya akan ditentukan setiap minggu dan pemberian hadiah akan dilakukan di Bali (08/11/2018) nanti. Momen ini akan bersamaan dengan malam penganugerahan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018.

"ISTPC diadakan melalui Instagram @indtravel. Peserta kompetisi harus meng-upload foto yang menggambarkan unsur ECE (environment, community, economy) sebagai unsur utama dari pariwisata berkelanjutan," lanjut Arief.

Tenaga Ahli Menpar Bidang Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Valerina Daniel menjelaskan kompetisi juga ditujukan untuk mengenalkan sejumlah destinasi. Terutama yang sudah mengacu pada prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan.

"Diharapkan kompetisi ini menghasilkan user-generated content yang menggambarkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan dan akhirnya meningkatkan citra Indonesia sebagai destinasi wisata berkelanjutan dunia," ujar dia.

Ditambahkan Valerina mengenai persyaratannya, peserta dapat mengirimkan lebih dari satu karya foto pada setiap periode atau minggunya. Peserta yang tidak berhasil memenangkan kompetisi pada minggu sebelumnya, masih dapat berpartisipasi dalam kompetisi minggu selanjutnya. Hanya saja, peserta mengirimkan foto lain dan akan dianggap sebagai partisipasi baru.

"Jadi peserta punya banyak kesempatan menang karena tiap minggu bisa mengirim karya baru. Sedangkan karya yang diserahkan pada minggu sebelumnya, tidak akan dipertimbangkan kembali," tambah Valerina. Sebelumnya kata dia, peserta harus mengisi formulir registrasi di www.indonesia.travel terlebih dahulu.

Setelah itu, upload foto dengan file digital dengan sisi terpanjang setidaknya 1.024 pixels dan resolusi minimum 300 dpi dengan format JPG, bisa dilihat di link ISTPC yaitu https://bit.ly/ISTPC01. "Foto yang telah didaftarkan harus di-upload ke akun Instagram peserta.

Lalu tag dan mention @Indtravel. Jelaskan di caption ketiga aspek sustainable tourism dari foto tersebut. Jangan lupa beri hastag #sustainabletourismindonesia, #ISTPC2018, dan #WonderfulIndonesia," jelas dia.

Selain itu, peserta juga harus follow @indtravel di Instagram. Foto yang di-upload harus sesuai dengan tema dengan menunjukan salah satu atau seluruh aspek ECE. Serta, diambil di salah satu daerah Indonesia.

Valerina mengatakan bahwa foto yang di-upload harus karya original peserta dan bukan hasil manipulasi digital atau karya yang direproduksi. Karya foto juga tidak mengandung segala bentuk signature, logo, atau watermark. Mengenai kriteria penjurian disebut Valerina, yaitu menilai teknik fotografi dan kesesuaian foto dengan tema. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

"Seluruh foto yang diunggah oleh peserta untuk kepentingan kompetisi akan menjadi hak milik Kemenpar. Karenanya, Kemenpar berhak menggunakan foto tersebut untuk publikasi dan kegunaan lain dengan menyertakan nama fotografer foto tersebut," tutup Valerina.[]

 

 

Sumber: detik.com

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami