Paradox Marketing Strategy for Government Public Relations menuju Era Komunikasi 4.0

BY

Tangerang, 3 Desember 2018 - Menteri Pariwisata Arief Yahya menjadi Keynote Speaker dengan tema Paradox Marketing Strategy for Government Public Relations dalam acara Forum Pertemuan Bakohumas Tingkat Nasional 2018, Sinergi Aksi Informasi dan Komunikasi Publik (SAIK). Menpar AY menjadi pemateri setelah Moeldoko, Kepala Kantor Staf Presiden. Acara SAIK diikuti oleh 1.500 Biro Humas perwakilan Kementerian/Lembaga, Biro Humas dari seluruh Indonesia.

Forum Bakohumas Tingkat Nasional dibuat dengan tujuan memotivasi humas K/L Indonesia agar semakin kreatif dan inovatif dalam memberikan pelayanan informasi dan komunikasi publik di era digital. Menyadarkan humas Pemerintah terkait pentingnya memaksimalkan komunitas dalam aktivitas penyampaian informasi kepada masyarakat.

Menpar AY kali ini menitikberatkan paparan berdasar buku Paradox Marketing, Unusual Way to Win yang ditulis dan terbit pada tahun 2012.

Menpar AY dalam paparannya menyebutkan, “Ketika menulis buku tersebut, saya menyampaikan, di masa depan nanti, perusahaan digital yang semakin gratis maka akan semakin menghasilkan profit yang semakin besar, gagasan yang tidak biasa di tahun itu, data tahun 2017 sekarang terbukti, 5 perusahaan terbesar nilainya di dunia adalah Google dan Facebook, perusahaan konvensional tidak masuk dalam Top-5”

Paradox Marketing adalah soal Positioning, sebagai contoh, Menpar AY menyampaikan “Positioning Garuda Indonesia & Singapore Airlines adalah more for more, you pay more you get more, air asia dan lion air adalah contoh less for less you pay less you get less, saya membuat strategi baru, more for less, you get more you pay less, contohnya dulu adalah wi-fi, jaringan wi-fi yang sebelumnya private dirubah menjadi public, dan akhirnya Telkom untung besar dan wi-fi menjadi tren di seluruh Indonesia saya mampu merubah dunia ini hanya dengan wifi, karena dengan konektivitas, informasi masuk dan konektivitas itu merubah budaya masyarakat”

Menpar AY juga memberikan contoh dari Paradox Marketing yang memaksimalkan peluang kreatif melalui berbagai skema leverage untuk mendobrak mekanisme bisnis yang biasa. Sebagai contoh di antaranya Leverage Place dari Private~Public, Leverage Product dari Consumer~Enterprise, Leverage Price dari Retail~Wholesale, dan Leverage Promotion dari Social~Personal. 

Menpar juga menyampaikan, “Kalau kita bisa membayangkan, kita bisa jadi yang terbaik di dunia di sektor yang kita yakini, saya meyakini sektor Pariwisata menjadi yang terbaik di dunia, terlihat dari penghargaan di sektor Pariwisata yang selama ini kita raih dan penilaian berbagai index pariwisata yang memiliki standar penilaian secara global, kita diakui secara internasional.”

Selain itu Menpar juga menekankan pentingnya promosi bagi kegiatan yang dilaksanakan di daerah “Kesalahan umum yang sering terjadi adalah, alokasi anggaran di daerah tidak dimaksimalkan untuk promosinya, terutama promosi digital, di Kemenpar, kita memiliki Genpi yang sudah tersebar di 32 Provinsi dan setiap kegiatan sudah pasti viral dan menjadi trending topic, berdayakan komunitas di daerah masing-masing, bagi yang daerahnya memiliki Genpi, kerja sama untuk mempromosikan masing-masing kegiatan daerahnya”

Paparan Menpar AY ditutup dengan foto bersama peserta dan mengunjungi Pameran SAIK  yang berlangsung di Alun Alun Kota Tangerang.

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami