Kunjungan Wisman Hingga November Capai 14,39 Juta

BY

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang Januari-November 2018 mencapai 14,39 juta, naik 11,63% dibanding periode sama tahun lalu. Dibutuhkan 1,61 juta kunjungan pada Desember 2018 untuk mencapai target 16 juta kunjungan wisman pemerintah.

"Secara kumulatif, Januari–November 2018, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman ke Indonesia mencapai 14,39 juta, terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 9,25 juta kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 2,85 juta kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 2,3 juta kunjungan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, Rabu (2/1).

Suhariyanto mengungkapkan, wisman yang datang dari wilayah Asean memiliki persentase kenaikan paling tinggi, yaitu sebesar 21% dibanding periode sama tahun sebelumnya, sedangkan wilayah Timur Tengah memiliki persentase penurunan paling besar, yaitu sebesar 7,87%.

Sementara itu, menurut kebangsaaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama 2018 paling banyak berasal dari wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 2,26 juta kunjungan (15,67%), Tiongkok 1,99 juta kunjungan (13,86%), Timor Leste 1,61 juta kunjungan (11,19%), Singapura 1,53 juta kunjungan (10,61%), dan Australia 1,19 juta kunjungan (8,25%).

Pada November 2018, kata Suhariyanto, kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 1,15 juta orang, naik 8,16% dibanding bulan sama tahun sebelumnya. Sementara jika dibandingkan Oktober 2018, jumlah kunjungan wisman November 2018 mengalami penurunan 11,26%.

Sebelumnya, pemerintah telah merevisi target kunjungan wisman 2018 dari 17 juta menjadi 16 juta akibat sejumlah bencana alam di Tanah Air yang menyebabkan pembatalan kunjungan besar-besaran.

"Target 17 juta wisman tahun ini meleset dan kemungkinan hanya tercapai 16 juta wisman. Meski target kunjungan wisman tidak tercapai, target devisa diproyeksikan mencapai US$ 17,6 miliar dengan perhitungan capaian 16 juta wisman dikalikan rata-rata pengeluaran per kunjungan US$ 1.100 per wisman," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya belum lama ini.

Menurut Menpar, perolehan devisa sebesar US$ 17,6 miliar pada tahun ini akan menempatkan sektor pariwisata di tempat teratas sebagai penghasil devisa, sejajar atau bahkan mengalahkan CPO yang saat ini berada di posisi teratas dengan nilai ekspor US$ 17 miliar.

Tahun 2019, kata Menpar, kunjungan wisman ditargetkan mencapai 20 juta dengan devisa US$ 20 juta. Untuk merealisasikan target tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan menerapkan tiga program khusus di bidang pemasaran pariwisata, yakni border tourism, tourism hub, dan low cost terminal (LCT).[] 

 

Sumber: www.beritasatu.com

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami