Jurus Menpar Kejar Target 20 Juta Kunjungan Wisman Tahun Ini

BY

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia ditargetkan mencapai 20 juta pada 2019. Sejumlah strategi disiapkan untuk memenuhi target tersebut. Menteri Pariwisata, Arief Yahya telah menyiapkan tiga program untuk mendongkrak kunjungan wisman. Ketiganya yaitu Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal (LCT).

“Border tourism harus kita seriusi karena merupakan cara efektif mendatangkan wisman dari negara-negara tetangga,” kata Menpar, Kamis (3/1/2018), seperti dilansir inews.id.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisman dari negara-negara ASEAN mencapai 4,86 juta sepanjang Januari-November 2018. Angka itu setara 21,02 persen dari total kunjungan periode tersebut 14,39 juta.

Bahkan, kunjungan wisman Malaysia pada November 2018 melampaui China yang sebelumnya berada di posisi teratas dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan itu, wisman Malaysia berada di posisi pertama dengan porsi 16,23 persen, diikuti Singapura 13,41 persen, Timor Leste 12,37 persen, dan China 10,85 persen.

Menpar menilai, kunjungan wisman dari negara tetangga potensial karena faktor kedekatan geografis. Mereka bisa lebih mudah, cepat, dan murah menjangkau destinasi wisata di Indonesia. Selain itu, mereka dianggap memiliki kedekatan kultural dengan Indonesia.

"Potensi pasar Border Tourism ini masih sangat besar baik dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, PNG, maupun Timor Leste," ujar dia.

Strategi kedua yang akan dieksekusi oleh Menpar yaitu Tourism Hub. Strategi ini menarik wisman yang plesiran di negara tetangga untuk sekalian datang ke Indonesia. Menpar menyebut, negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand memiliki jumlah kunjungan wisman yang tinggi, sehingga harus dimanfaatkan.

Menurut Menpar, strategi ini cocok di tengah keterbatasan rute penerbangan langsung (direct flight) ke Indonesia. Dia mencontohkan, rute penerbangan dari China ke Indonesia saat ini hanya 50 persen. Sisanya transit di Singapura, Kuala Lumpur, atau Hong Kong.

"Sementara negara tetangga seperti Thailand atau Malaysia direct flight-nya sudah mencapai 80 persen. Akan jauh lebih mudah jika kita menjaring di hub-hub regional yang sudah banyak wisatawannya,” tutur dia.

Menpar memperkirakan wisman selain WNI yang masuk Bandara Changi Singapura mencapai 12 juta orang dalam setahun terakhir. Dari jumlah tersebut, wsiman yang melanjutkan perjalanan ke Indonesia hanya sekitar 700 ribu.

"Artinya peluang untuk menggaet wisman yang jumlahnya sekitar 11 juta lebih itu masih terbuka luas," kata dia.

Strategi ketiga adalah Low Cost Terminal (LCT). Menpar menyebut, terminal I dan II Bandara Soekarno Hatta akan dikembangkan sebagai terminal penerbangan murah. Menurut dia, penerbangan jenis ini ampuh untuk mendongkrak jumlah kunjungan wisman.

"LCT merupakan salah satu penentu utama keberhasilan target kunjungan 20 juta wisman pada tahun 2019,” kata Menpar.[]

Hubungi Kami


Statistik Kunjungan


Kontak Kami