Dinas Pariwisata Banten Imbau Wisatawan Waspada Aktivitas Gunung Anak Krakatau

Sumber Gambar : Dinas Pariwisata Provinsi Banten

BANTEN — Dinas Pariwisata Provinsi Banten mengimbau wisatawan, pelaku usaha pariwisata, serta pengelola destinasi dan objek wisata di sekitar kawasan terdampak untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah preventif untuk memastikan keselamatan wisatawan dan masyarakat, khususnya di tengah peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan informasi Badan Geologi, pada 5 September 2026 pukul 23.07 WIB Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus yang disertai suara gemuruh. Perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi Gunungapi Anak Krakatau tetap dipantau secara intensif. Hingga saat ini, status aktivitas Gunungapi Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).

Sejalan dengan kondisi tersebut, wisatawan diimbau untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau serta senantiasa mengikuti arahan dan ketentuan dari pihak berwenang. Rekomendasi tersebut juga berlaku bagi masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan nelayan yang beraktivitas di sekitar kawasan gunung api.

Dinas Pariwisata Provinsi Banten juga mengingatkan para pengelola destinasi dan objek wisata untuk memastikan kesiapan prosedur keselamatan serta memberikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan kepada wisatawan. Apabila terdapat perubahan status maupun arahan dari instansi berwenang, pengelola diharapkan segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan.

Bagi wisatawan, keselamatan menjadi hal utama dalam melakukan perjalanan. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri mendekati kawasan yang dinyatakan berbahaya dan terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui sumber informasi resmi.

Selain itu, masyarakat dan wisatawan diminta tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, hoaks, maupun foto atau video lama yang diklaim sebagai kejadian terkini. Badan Geologi sebelumnya juga menegaskan bahwa informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau perlu mengacu pada kanal resmi Badan Geologi, PVMBG, dan MAGMA Indonesia.

Dinas Pariwisata Provinsi Banten mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas wisata. Informasi dan rekomendasi terkait aktivitas gunung api dapat terus dipantau melalui kanal resmi PVMBG, Badan Geologi, dan MAGMA Indonesia.


Share this Post