Dinas Pariwisata Gelar Trip Eksplore Geopark Ujung Kulon untuk Penguatan Promosi Destinasi Unggulan Banten

Sumber Gambar : Dinas Pariwisata Provinsi Banten

Pandeglang, Banten – Dinas Pariwisata bersama sejumlah mitra pariwisata melaksanakan kegiatan Trip Eksplore Geopark Ujung Kulon selama 2 Hari 1 Malam sebagai upaya memperkuat promosi destinasi wisata unggulan di kawasan Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengeksplorasi, mendokumentasikan, dan mempromosikan berbagai potensi wisata yang dimiliki kawasan Geopark Ujung Kulon, sekaligus memperkenalkan kekayaan alam, geologi, dan keanekaragaman hayati yang menjadi daya tarik utama destinasi tersebut.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengunjungi sejumlah destinasi unggulan yang menjadi bagian dari kawasan Geopark Ujung Kulon, di antaranya Pulau Handeuleum, Pulau Panaitan, Savana Cidaon, Pulau Peucang, dan Karang Copong.

Pulau Handeuleum dikenal sebagai kawasan yang memiliki ekosistem mangrove yang masih terjaga dengan baik. Salah satu aktivitas wisata yang populer di lokasi ini adalah menyusuri Sungai Cigenter menggunakan kano di tengah rimbunnya hutan mangrove. Namun, saat ini aktivitas wisata di jalur tersebut untuk sementara dibatasi sebagai bagian dari upaya konservasi habitat Badak Jawa.

Sementara itu, Pulau Panaitan menawarkan keindahan pantai berpasir putih dengan perairan yang kaya akan terumbu karang. Kawasan ini juga menjadi habitat berbagai satwa liar seperti rusa, babi hutan, monyet, ular piton, dan beragam jenis burung. Selain wisata bahari, Pulau Panaitan juga memiliki potensi besar untuk aktivitas berkemah dan wisata minat khusus.

Perjalanan dilanjutkan menuju Savana Cidaon yang merupakan salah satu lokasi terbaik untuk mengamati satwa liar di habitat alaminya. Hamparan padang rumput yang luas menjadi tempat berkumpulnya berbagai satwa endemik Ujung Kulon, seperti banteng, kerbau liar, rusa, burung merak, hingga Badak Jawa yang sesekali terlihat melintas di kawasan tersebut.

Destinasi berikutnya adalah Pulau Peucang dan Karang Copong yang menjadi ikon wisata Taman Nasional Ujung Kulon. Karang Copong menawarkan panorama Samudra Hindia dengan formasi batu karang unik yang terbentuk akibat abrasi alami selama ratusan tahun. Lokasi ini menjadi salah satu titik favorit wisatawan untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.

Adapun Pulau Peucang dikenal dengan pantai berpasir putih yang bersih serta perairan yang jernih. Kondisi tersebut menjadikan pulau ini sebagai lokasi ideal untuk berbagai aktivitas wisata bahari seperti snorkeling, diving, memancing, maupun wisata edukasi berbasis ekosistem pesisir dan laut.

Taman Nasional Ujung Kulon memiliki nilai strategis sebagai kawasan konservasi sekaligus destinasi ekowisata kelas dunia. Kawasan ini merupakan habitat terakhir Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan menjadi salah satu kawasan konservasi terpenting di Indonesia. Seluruh aktivitas wisata di dalam kawasan dilaksanakan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan yang diawasi secara ketat guna menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian satwa liar.

Keistimewaan Ujung Kulon telah mendapat pengakuan internasional sejak tahun 1991 ketika ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia (World Heritage Site) oleh UNESCO. Status tersebut semakin memperkuat posisi Ujung Kulon sebagai kawasan konservasi dan destinasi wisata alam unggulan Indonesia.

Selain itu, pada 10 November 2023, kawasan ini resmi ditetapkan sebagai Geopark Nasional Ujung Kulon berdasarkan Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 393.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang Penetapan Taman Bumi (Geopark) Nasional Ujung Kulon. Penetapan tersebut menjadi pengakuan atas kekayaan warisan geologi, keanekaragaman hayati, serta nilai budaya yang dimiliki kawasan Ujung Kulon.

Melalui kegiatan eksplorasi ini, Dinas Pariwisata bersama para mitra pariwisata berupaya memperkuat promosi destinasi Geopark Ujung Kulon kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengesampingkan aspek konservasi dan pelestarian lingkungan di Pandeglang.

"Melalui kegiatan eksplore ini, kami ingin memperkenalkan lebih luas potensi Geopark Ujung Kulon sebagai destinasi wisata unggulan yang memadukan keindahan alam, nilai konservasi, dan kekayaan geologi. Kami berharap promosi yang dilakukan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian kawasan ini," ujar Kepala Dinas Pariwisata.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Geopark Ujung Kulon, tersedia berbagai pilihan paket perjalanan, baik melalui program open trip maupun private trip. Open trip umumnya diselenggarakan setiap akhir pekan dengan kuota kunjungan yang disesuaikan dengan daya dukung kawasan dan kapasitas akomodasi, sementara private trip dapat dilakukan setiap hari sesuai ketentuan yang berlaku.


Share this Post