Kadispar Banten Hadiri Dialog Eksklusif Banten TV, FYP Wisata dan Realisasi Retribusi Daerah
Sumber Gambar : Dinas Pariwisata Provinsi Banten (facebook)BANTEN – Potensi destinasi wisata yang semakin dikenal melalui media sosial menjadi salah satu peluang bagi pengembangan pariwisata di Provinsi Banten. Hal tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam Dialog Eksklusif Banten TV yang menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, bersama Anggota DPRD Provinsi Banten, Dede Rohana, di Studio Banten TV.
Dialog tersebut mengangkat tema “Mengukur FYP Wisata Banten dan Realita Retribusi Daerah”, dengan pembahasan mengenai potensi destinasi wisata yang viral di media sosial serta kaitannya dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan pergerakan ekonomi masyarakat.
Popularitas sebuah destinasi di media sosial dinilai dapat menjadi momentum untuk memperluas jangkauan promosi pariwisata Banten. Konten wisata yang mendapatkan perhatian masyarakat berpotensi mendorong semakin banyak orang untuk mengenal dan tertarik mengunjungi destinasi tersebut.
Namun, popularitas di media sosial perlu diikuti dengan kesiapan destinasi. Ketika suatu destinasi menjadi perhatian publik dan mengalami peningkatan minat kunjungan, ketersediaan fasilitas, kemudahan akses, serta kualitas daya tarik wisata menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Dalam konteks tersebut, penguatan konsep 3A pariwisata, yaitu Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas, menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pengembangan destinasi wisata Banten.
Atraksi menjadi daya tarik utama yang mendorong wisatawan untuk berkunjung. Sementara itu, amenitas berkaitan dengan ketersediaan fasilitas yang menunjang kenyamanan wisatawan selama berada di destinasi. Adapun aksesibilitas menjadi faktor penting untuk memastikan destinasi dapat dijangkau dengan baik oleh wisatawan.
Penguatan ketiga unsur tersebut diharapkan dapat berjalan seiring dengan meningkatnya popularitas destinasi di berbagai platform media sosial. Dengan demikian, perhatian yang muncul melalui konten digital dapat diterjemahkan menjadi kunjungan wisata yang memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dampak tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pengelola destinasi, tetapi juga oleh UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan berbagai sektor usaha pariwisata lainnya. Meningkatnya aktivitas wisata dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk menyediakan produk dan jasa yang dibutuhkan wisatawan.
Pembahasan mengenai retribusi daerah juga menjadi bagian dari dialog. Peningkatan aktivitas pariwisata dan pengelolaan destinasi yang semakin baik diharapkan dapat berjalan beriringan dengan dukungan terhadap penerimaan daerah secara berkelanjutan.
Dalam hal ini, penguatan destinasi tidak hanya diarahkan untuk mengejar popularitas atau jumlah kunjungan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan aktivitas pariwisata memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan dapat dikelola secara berkelanjutan.
Dinas Pariwisata Provinsi Banten terus mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan sektor pariwisata. Kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi wisata Banten yang semakin dikenal melalui media sosial dapat didukung dengan kualitas destinasi dan infrastruktur yang memadai.
Melalui penguatan atraksi, amenitas, dan aksesibilitas, destinasi wisata Banten diharapkan semakin siap menyambut wisatawan sekaligus memberikan ruang yang lebih besar bagi tumbuhnya ekonomi lokal.
FYP dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan destinasi, tetapi kualitas destinasi menjadi kunci untuk membuat wisatawan datang dan mendapatkan pengalaman yang baik. Dengan pengelolaan yang tepat, popularitas wisata Banten di ruang digital diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, ekonomi kreatif, pelaku usaha pariwisata, serta pembangunan daerah.