Pelatihan Pengolahan Produk Pangan Berbahan Dasar Singkong untuk Pelaku Usaha Kreatif Sektor Kuliner

Sumber Gambar : Dinas Pariwisata Provinsi Banten (Facebook)

Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan daya saing pelaku usaha ekonomi kreatif subsektor kuliner, Dinas Pariwisata Provinsi Banten menyelenggarakan Kursus dan Pelatihan Kompetensi Pelaku Usaha Kreatif Sektor Kuliner bertajuk “Pelatihan Pengolahan Produk Pangan Berbahan Dasar Singkong”. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Kamis–Jumat, 23–24 Juli 2026, bertempat di Hotel S Rizky, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kreativitas pelaku usaha kuliner dalam mengolah bahan pangan lokal berbahan dasar singkong menjadi produk yang bernilai tambah serta mampu membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan kegiatan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, S.H., M.H., M.M. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor ekonomi kreatif melalui pelatihan berbasis kompetensi agar pelaku usaha mampu menghasilkan produk yang inovatif, berkualitas, dan memiliki nilai jual tinggi dengan memanfaatkan potensi pangan lokal.

Turut memberikan sambutan dan arahan, Komisi III DPRD Provinsi Banten yang disampaikan oleh Rika Kartikasari, S.Psi., M.Psi., sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif di Provinsi Banten.

Peserta mengikuti demo pembuatan olahan berbahan dasar singkong yang dipandu oleh Chef Taufik. Dalam sesi ini peserta diperlihatkan teknik pembuatan berbagai produk olahan seperti nugget singkong dan marmer cake berbahan dasar singkong, mulai dari persiapan bahan hingga proses pengolahan yang tepat bersama pemateri mengenai pengenalan bahan baku singkong yang disampaikan oleh LKP Bumi Kreatif Institute. Materi ini membahas karakteristik singkong sebagai bahan pangan lokal, pemilihan bahan baku berkualitas, serta potensi pengembangannya menjadi berbagai produk kuliner yang memiliki nilai ekonomi.


Share this Post